PROFIL JAWA TIMUR

Next
Prev
View Details

Profil

SEKILAS

Provinsi Jawa Timur secara geografis terletak di antara 11100 Bujur Timur – 11404’ Bujur Timur dan 70 12’Lintang Selatan – 8048”Lintang Selatan , dengan luas wilayah sebesar 47.963 km2 yang meliputi dua bagian utama. Yaitu Jawa Timur daratan dan Kepulauan Madura. Wilayah daratan Jawa Timur sebesar 88,70 persen atau 42.541 km2, sementara luas Kepulauan Madura memiliki luas 11.30 persen atau sebesar 5.422 km2. Jumlah penduduknya pada tahun 2010 mencapai 37.476.757 jiwa . (Sumber : Database BPS Tahun 2010 ). Secara administratif Jawa Timur terbagi menjadi 29 kabupaten dan 9 kota, dengan Kota Surabaya sebagai ibukota provinsi. Ini menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi yang memiliki jumlah kabupaten/kota terbanyak di Indonesia. Jawa Timur terbagi dalam 4 Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil ), sebagai berikut Bakorwil I Madiun meliputi Kota Madiun, Kab. Madiun, Kab. Magetan, Kab. Ponorogo, Kab. Ngawi, Kab. Trenggalek, Kab. Tulungagung, Kota Blitar, Kkab. Blitar, dan Kab. Nganjuk. Bakorwil II Bojonegoro meliputi Kab. Bojonegoro, Kab. Tuban, Kota Mojokerto, Kota Kediri, kab. Kediri, Kab. Jombang, dan Kab. Lamongan. Bakorwil III Malang, meliputi Kota Malang, Kab. Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kab. Pasuruan, Kota Probolinggo, kab. Probolinggo, kab. Lumajang, kab. Jember, Kab. Bondowoso, Kab. Situbondo dan Kab. Banyuwangi. Bakorwil IV Pamekasan meliputi, Kota Surabaya, Kab. Sidoarajo, kab. Gresik, kab. Bangkalan, Kab. Sampang, Kab. Pamekasan, dan kab Sumenep. Struktur Organisasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur terdiri atas Sekretariat Daerah dengan 11 Biro dan Sekretariat DPRD, 20 Dinas, Inspektorat, 1 Badan , 12 Lembaga Teknis Daerah , 4 Lembaga lain, dan 5 Rumah Sakit Daerah. Jawa Timur mempunyai posisi yang strategis di bidang Industri karena diapit oleh dua provinsi besar yaitu Jawa Tengah dan Bali, sehingga menjadi pusat pertumbuhan industri maupun perdagangan. Mayoritas penduduk Jawa Timur adalah Suku Jawa, namun demikian, entitas di Jawa Timur lebih heterogen. Suku Jawa menyebar hampir di seluruh wilayah Jawa Timur daratan. Umumnya Suku Jawa menganut agama Islam, sebagian menganut agama Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha. Jawa Timur memiliki kesenian dan kebudayaan yang khas, Reog dan Ludruk merupakan salah satu kesenian Jawa Timur yang sangat terkenal. Selain keseniannya yang begitu mendunia, kebesaran Jawa Timur juga tercermin dari aneka ragam budayanya. Antara lain karapan sapi, pacuan sapi yang hanya ada di Madura, yang diilhami dari petani membajak sawah dengan sapi yang merupakan kebiasaan masyarakat Madura. Masyarakat Jawa Timur memiliki komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai kebajikan. Hal ini terekspresikan pada pepatah “ JER BASUKI MAWA BEYA” , yang berarti untuk mencapai suatu kebahagiaan diperlukan pengorbanan. Sumber : Outlook Ekonomi Jawa Timur 2013.

KEDUDUKAN DAN ALAMAT

Pembentukan Provinsi Jawa Timur berdasarkan Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1950, yang telah diubah dengan Undang–Undang Nomor 18 Tahun 1950 tentang Perubahan atas Undang–Undang Nomor 2 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Jawa Timur. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2007, tanggal 7 Agustus 2007, tentang Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, menetapkan tanggal 12 Oktober 1945 sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Timur. ALAMAT KANTOR GUBERNUR PROVINSI JAWA TIMUR : Jl. Pahlawan 110 Surabaya, Jawa Timur 60174 Telp. (031) 3520005, 3254001 - 11 psw. 1101 Fax. (031) 3533905

-

-

Sekretaris Daerah Propinsi
Jl Pahlawan 110 Surabaya
Telp : 031 3557139, 352400 – 11 psw.1102
Fax : 031 3557138

SEKRETARIAT DAERAH

Asisten Pemerintahan dan Administrasi Umum
Jl Pahlawan 110 Surabaya
Telp : 031 3542961, 3524001 psw. 1107
Fax : -

SEKRETARIAT DAERAH

Biro Administrasi Pemerintahan dan Otoda
Jl Pahlawan 110 Surabaya http://ropem.jatimprov.go.id/
Telp : 031 352400-11 psw 1125
Fax : 031 3524259

-

KABUPATEN / KOTA

Provinsi Jawa Timur terdiri dari 29 Kabupaten dan  9 Kota, yaitu :

NO Kabupaten/ Kota Alamat website
1 Kabupaten Madiun http://madiunkab.go.id
2 Kabupaten Magetan http://www.magetankab.go.id
3 Kabupaten Pacitan http://www.pacitankab.go.id
4 Kabupaten Ponorogo http://www.ponorogo.go.id
5 Kabupaten Ngawi http://www.ngawikab.go.id
6 Kabupaten Trenggalek http://www.trenggalekkab.go.id
7 Kabupaten Tulungagung http://www.tulungagung.go.id
8 Kabupaten Blitar http://www.blitarkab.go.id
9 Kabupaten Nganjuk http://www.nganjukkab.go.id
10 Kabupaten Bojonegoro http://bojonegorokab.go.id
11 Kabupaten Tuban http://www.tubankab.go.id
12 Kabupaten Mojokerto http://www.mojokertokab.go.id
13 Kabupaten Kediri http://www.kedirikab.go.id
14 Kabupaten Jombang http://www.jombangkab.go.id
15 Kabupaten Lamongan http://www.lamongankab.go.id
16 Kabupaten Malang http://www.malangkab.go.id
17 Kabupaten Pasuruan http://www.pasuruankab.go.id
18 Kabupaten Probolinggo http://www.probolinggokab.go.id
19 Kabupaten Lumajang http://www.lumajangkab.go.id
20 Kabupaten Jember http://www.jemberkab.go.id
21 Kabupaten Bondowoso http://www.bondowosokab.go.id
22 Kabupaten Situbondo http://sv.situbondokab.go.id/
23 Kabupaten Banyuwangi http://www.banyuwangikab.go.id
24 Kabupaten Sidoarjo http://www.sidoarjokab.go.id
25 Kabupaten Gresik http://www.gresikkab.go.id
26 Kabupaten Bangkalan http://www.bangkalankab.go.id
27 Kabupaten Sampang http://www.sampangkab.go.id
28 Kabupaten Pamekasan http://www.pamekasankab.go.id/
29 Kabupaten Sumenep http://www.sumenepkab.go.id
30 Kota Madiun http://www.madiunkota.go.id
31 Kota Blitar http://www.blitarkota.go.id
32 Kota Mojokerto http://www.mojokertokota.go.id
33 Kota Kediri http://www.kedirikota.go.id
34 Kota Malang http://www.malangkota.go.id
35 Kota Batu http://www.batukota.go.id
36 Kota Pasuruan http://www.pasuruankota.go.id
37 Kota Probolinggo http://www.probolinggokab.go.id
38 Kota Surabaya http://www.surabaya.go.id

SEJARAH SINGKAT PROVINSI JAWA TIMUR

Dalam perjalanan sejarah bangsa, proses pembentukan struktur pemerintahan dan wilayah Jawa Timur ternyata memiliki perjalanan sangat panjang. Dari sumber-sumber epigrafis dalam bentuk batu bertulis (Prasasti Dinoyo) diketahui bahwa sejak abad VIII, tepatntya tahun 760 di Jawa Timur telah muncul suatu satuan pemerintahan, Kerajaan Kanjuruhan di Malang, dengan status yang sampai kini masih diperdebatkan. Pada abad X, Jawa Timur menapaki fase baru. Jawa Timur yang semula merupakan wilayah pinggiran dari Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah, kemudian mendapatklan momentum sebagai pusat kekuasaan berbagai kerajaan, seperti Medang (937 - 1017), Daha-Janggala (1080-1222), Singasari (1222-1292) dan Majapahit (1293 -1527). Dalam hal ini , Pu Sendok (927-947) adalah tokoh paling berjasa yang berhasil meletakkan dasar-dasar pemerintahan di Jawa Timur. Struktur pemerintahannya secara hierarkhis terdiri dari Pemerintah Pusat (Kraton), Watek (Daerah) dan Wanua (Desa). Struktur ini terus bertahan sampai abad XIII zaman Singasari. Pada abad XIII terjadi perkembangan baru dalam struktur ketatanegaraan di Indonesia di Jawa Timur, ditandai dengan munculnya sebuah struktur baru dalam pemerintahan, yaitu Nagara (Provinsi). Berdasarkan Prasasti Mulamalurung (1255) dari masa Wisnu Wardhana yang juga bergelar Sminingrat menyatakan bahwa struktur pemerintahan Singasari dari Pusat (Kraton), Nagara (Provinsi), Watek (Kabupaten) dan Wanua (Desa). Pada masa Kerajaan Majapahit, susunan itu mendapatkan berbagai penyempurnaan, terdiri dari Bhumi (Pusat/Kraton), Negara (Provinsi/Bhatara), Watek/Wisaya (Kabupaten/Tumenggung), Lurah/Kuwu (Kademangan), Thani/Wanua (Desa/Petinggi) dan paling bawah Kabuyutan (Dusun/Rama). Anehnya struktur kenegaraan Majapahit (1294-1527) justru berkembang secara ketat pada masa Mataram (1582 -1755). Wilayah Mataram dibagi secara konsentris terdiri dari Kuthagara/Nagara (Pusat/Kraton), Negaragung/Negaraagung (Provinsi Dalam), Mancanegara (Provinsi luar ), Kabupaten dan Desa. Secara etimologis, sebutan Jawa Timur pada zaman Mataram Islam muncul derngan nama Bang Wetan, derngan wilayah meliputi seluruh Pesisir Wetan dan Mancanagara Wetan (pedalaman Jawa Timur). Selanjutnya setelah huru-hara Cina di Kartasura (1743), seluruh wilayah pesisir utara Jawa dan seluruh Pulau Madura jatuh ke tangan Kompeni, sedang daerah Mataram tinggal wilayah pedalaman Jawa (Mancanagara Wetan -Mancanagara Kulon). Dengan berakhirnya Perang Dipanegara (1830), seluruh Jawa Timur (BangWetan) dapat dikuasai Pemerintah Hindia Belanda. Dari tahun 1830-1928 /1929, Belanda menjalankan pemerintahan dengan hubungan langsung Pemerintah Pusat VOC di Batavia derngan para Bupati yang berada di wilayah kekuasaanya. Pemerintah Hindia Belanda yang sejak awal abad XX menerapkan politik imperialisme modern melakukan intensifikasi pemerintahan dengan membentuk Pemerintahan Provinsi Jawa Timur (Provincient van Oost Java ) pada tahun 1929, dengan struktur pemerintahan, wilayah dan birokrasi tidak jauh berbeda seperti yang ada sekarang. Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945) seperti daerah lain, Jawa Timur diletakkan dibawah pendudukan militer Jepang. Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Pemerintah Republik Indonesia mulai menata kehidupan kenegaraan. Berdasarkan Pasal 18 Undang-undang Dasar 1945 pada tanggal 19 Agustus 1945 olehPPKI dibentuklah Provinsi dan penentuan para Gubernurnya. Untuk Pertama kalinya, R.M.T. Soeryo yang kala itu menjabat Residen Bojonegoro ditunjuk sebagai Gubernur Jawa Timur yang pertama. R.M.T Soeryo yang dilantik tanggal 5 September 1945, sampai tanggal 11 Oktober 1945 harus menyelesaikan tugas-tugasnya di Bojonegoro, dan baru pada 12 Oktober 1945 boyong ke Surabaya, Ibukota Provinsi Jawa Timur yang menandai mulai berputarnya mekanisme Pemerintahan Provinsi Jawa Timur. Atas dasar pertimbangan perjalanan sejarah inilah, maka diterbitkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2007 tentang Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang menetapkan tanggal 12 Oktober sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang menetapkan tanggal 12 Oktober sebagai Hari Jadi Jawa Timur dan akan diperingati secara resmi setiap tahun, baik ditingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota di seluruh Jawa Timur. Sumber : Buku Peringatan Hari Jadi Ke -70 Provinsi Jawa Timur

Visi Misi

Visi pembangunan Jawa Timur yang ingin diwujudkan pada periode 2014-2019 adalah:

“Jawa Timur Lebih Sejahtera, Berkeadilan, Mandiri, Berdaya Saing, dan Berakhlak”

 

Misi

Misi Pertama: Meningkatkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan.

Tujuan 1:

Meningkatkan perluasan lapangan kerja

Sasaran :

1. Meningkatnya partisipasi angkatan kerja, dan penyerapan tenaga kerja

2. Meningkatnya hubungan industrial yang harmonis

Tujuan 2 :

Meningkatkan pemerataan, dan perluasan akses pendidikan

Sasaran

1. Meningkatnya akses pendidikan dasar dan menengah yang berkualitas

2. Meningkatnya kuantitas, dan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) 

3. Meningkatnya mutu pendidikan, dan tenaga kependidikan

4. Meningkatnya kualitas peran pemuda, dan prestasi olahraga

Tujuan 3 :

Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

Sasaran :

1. Meningkatnya sarana dan prasarana kesehatan, termasuk tenaga medis dan non-medis secara merata

2. Menurunnya angka kematian bayi, dan angka kematian ibu melahirkan

3. Meningkatnya pelayanan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan minimal 

4. Meningkatnya keikutsertaan masyarakat dalam jaminan kesehatan

5. Meningkatnya akseptor Keluarga Berencana (KB), dan pelayanan kesehatan reproduksi

Tujuan 4 :

Mempercepat dan memperluas penanggulangan kemiskinan

Sasaran :

1. Menurunnya persentase penduduk miskin, Indeks Kedalaman Kemiskinan, dan Indeks Keparahan Kemiskinan

2. Menurunnya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) 

3. Meningkatnya pengarusutamaan gender dalam pembangunan

Misi Kedua : Meningkatkan pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing, berbasisagrobisnis/agroindustri, dan industrialisasi.

Tujuan 1:

Meningkatkan aktivitas ekonomi dan kualitas kelembagaan UMKM dan Koperasi

Sasaran

1. Meningkatnya volume usaha UMKM, dan kualitas kelembagaan koperasi

2. Meningkatnya jumlah wirausaha baru (WUB)

3. Meningkatnya volume usaha ekonomi kaum perempuan

Tujuan 2 :

Meningkatkan produktivitas sektor pertanian

Sasaran :

1. Meningkatnya produksi dan produktivitas pertanian (tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan

2. Meningkatnya nilai tambah hasil dan daya saing produk pertanian (tanaman pangan, perkebunan, perikanan, dan peternakan)

3. Meningkatnya akses petani dan nelayan terhadap faktor produksi, teknologi, informasi, pemasaran dan permodalan sehingga memiliki daya saing tinggi

Tujuan 3 :

Meningkatkan ketahanan pangan

Sasaran :

1. Meningkatnya ketersediaan pangan masyarakat (food availability )

2. Meningkatnya penyerapan pangan (food utilization )

3. Meningkatnya akses pangan (food acces)

Tujuan 4 :

Meningkatkan net ekspor perdagangan dalam dan luar negeri

Sasaran

Meningkatnya volume ekspor dalam dan luar negeri

Tujuan 5 :

Meningkatkan percepatan kinerja sektor industri

Sasaran

Meningkatnya kontribusi sektor industri

Tujuan 6 :

Meningkatkan kontribusi sektor pariwisata

Sasaran :

1. Meningkatnya kunjungan wisata

2. Meningkatnya kualitas seni budaya lokal

Tujuan 7 :

Meningkatkan kinerja penanaman modal dalam dan luar negeri, serta investasi daerah

Sasaran :

Meningkatnya jumlah izin prinsip dan realisasi PMA, PMDN, dan investasi daerah

Tujuan 8 :

 Meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur untuk mengembangkan daya saing ekonomi dan kesejahteraan rakyat

Sasaran :

1. Meningkatnya kinerja pelayanan, dan pembangunan prasarana transportasi jalan, serta terwujudnya keselamatan, efisiensi dan efektivitas pelayanan angkutan darat, laut, dan udara

2. Meningkatnya akses masyarakat terhadap perumahan layak, pelayanan air minum, dan sanitasi

3. Meningkatnya pengelolaan sumber daya air untuk memenuhi pelayanan kebutuhan air baku melalui konservasi dan pendayagunaan sumber daya air serta pengendalian daya rusak air 

4. Meningkatnya infrastruktur dan ketersediaan energi

 

Misi Ketiga: Meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan, dan penataan  ruang.

Tujuan 1 :

Meningkatkan kualitas lingkungan hidup, dan pemeliharaan kelestariannya

Sasaran :

1. Meningkatnya luas hutan dan/atau lahan kritis yang direhabilitasi

2. Meningkatnya sumber daya air terkonservasi

3. Meningkatnya kepedulian dan peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup terutama sumber daya air, DAS, dan wilayah pesisir, serta laut

Tujuan 2 :

Meningkatkan penataan ruang wilayah provinsi yang berkelanjutan 

Sasaran : 

Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan bidang penataan ruang

Misi Keempat: Meningkatkan reformasi birokrasi dan pelayanan publik.

Tujuan :

Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance ), dan bersih (clean government ), serta profesionalisme pelayanan publik

Sasaran :

1. Meningkatnya kualitas kelembagaan dan kapabilitas penyelenggaraan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan pelayanan publik

2. Meningkatnya transparansi dan akuntabilitas penyelenggaran pemerintahan daerah

3. Meningkatnya kualitas perencanaan, penganggaran, dan pengendalian program, serta kegiatan pembangunan

4. Meningkatnya peran DPRD sesuai dengan fungsinya

5. Meningkatnya kualitas pengelolaan keuangan dan aset daerah

6. Meningkatnya pengelolaan arsip pemerintah daerah yang tertib, rapi dan handal, serta ketersediaan dokumen statistik yang terpercaya dan berkualitas

7. Mewujudkan sistem penanggulangan bencana untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana

Misi Kelima: Meningkatkan kualitas kesalehan sosial dan harmoni sosial.

Tujuan 1 :

. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama, dan kerukunan antar-umat beragama

Sasaran :

1. Meningkatnya fasilitas layanan keagamaan

2. Meningkatnya komunikasi antar-umat beragama

Tujuan 2 :

Meningkatkan kehidupan masyarakat yang aman dan tertib

Sasaran :

Terciptanya situasi kondisi masyarakat yang aman, tenteram, nyaman, dan tertib

Tujuan 3 :

Meningkatkan penguatan kearifan lokal (local wisdom ) 

Sasaran : 

Menguatnya budaya dan tradisi lokal sebagai bagian dari upaya mewujudkan harmoni sosial

Tujuan 4 :

 Meningkatkan penegakan supremasi hukum, dan penghormatan hak azasi manusia (HAM) yang berkeadilan

Sasaran :

1. Meningkatnya pemahaman masyarakat tentang hukum dan HAM

2. Meningkatnya partisipasi aktif masyarakat menjunjung supremasi hukum, dan penghormatan terhadap HAM

Tugas Wewenang

Gub, Wagub, dan Pejabat Provinsi Jawa Timur

PROFIL GUB WAGUB DAN PEJABAT PEMPROV JATIM.pdf

DRPD

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD)

DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Hubungan antara PemerintahDaerah dan DPRD merupakan hubungan kerja yang kedudukannya setara dan bersifat kemitraan. Hal ini tercermin dalam membuatkebijakan daerah berupa Peraturan Daerah. Hubungan kemitraan bermakna bahwa antara Pemerintah Daerah dan DPRD adalahsama-sama mitra sekerja dalam membuat kebijakan daerah untuk melaksanakan otonomi daerah sesuai dengan fungsi masing-masing.

Susunan dan kedudukan DPRD yang mencakup keanggotaan, pimpinan, fraksi, alat kelengkapan, komisi,

fungsi, tugas, wewenang, hak, kewajiban, tata tertib, agenda kegiatan serta berita seputar DPRD dapat klik disini.

 

Lambang Jawa Timur

MAKNA LAMBANG JAWA TIMUR

  1. Daun lambang bentuk perisai , adalah lambang keamanan dan ketentraman serta kejujuran melambangkan dasar dankeinginan hidup rakyat Jawa Timur yang merupakan daerah yang termasuk aman.
  2. Bintang dengan warna kuning emas adalah lambing Ketuhanan Yang Maha Esa, bersudut lima dan bersinar lima adalahmelambangkan Pancasila merupakan Dasar dan Falsafah Negara yang senantiasa dijunjung tinggi dan selalu menyinarijiwa rakyatnya (dalam hal ini rakyat Jawa Timur ) khususnya jiwa Ketuhanan Yang Maha Esa.
  3. Tugu Pahlawan, adalah lambang kepahlawanan, untuk melukiskan sifat dan semangat kepahlawanan rakyat Jawa Timur(khususnya Surabaya) dalam mempertahankan kedaulatan dan wilayah tanah airnya.
  4. Gunung berapi, yang selalu mengepulkan asap melambangkan keteguhan dan kejayaan tekad Jawa Timur dengansemangat Dinamis, revolusioner pantang mundur dalam menyelesaikan revolusi menuju cita-cita masyarakat Adil danMakmur, selain itu juga menggambarkan bahwa wilayah Jawa Timur mempunyai banyak gunung-gunung berapi.
  5. Pintu gerbang, (dari candi) dengan warna abu-abu, melambangkan cita-cita perjuangan serta keagungan khususnyaJawa Timur di masa silam yang masih nampak dan sebagai lambang batas perjuangan masa lampau dengan masasekarang yang semangatnya tetap berada di tiap-tiap patriot Indonesia yang berada di Jawa Timur.
  6. Sawah dan Ladang yang dilukiskan pada bagian-bagian dengan warna kuning dan hijau, melambangkan kemakmuranyaitu bahwa Jawa Timur memiliki sawah-sawah dan ladang-ladang yang merupakan sumber dan alat untuk mencapaikemakmuran..
  7. Padi dan Kapas, lambang sandang pangan yang menjadi kebutuhan pokok rakyat sehari-hari, gambar padi berbutir 17 buah, sedangkan kapas tergambar 8 buah, melambangkan saat-saat keramat buat bangsa Indonesia yaitu tanggal 17-8-1945.
  8. Sungai yang bergelombang menunjukkan bahwa Jawa Timur mempunyai banyak sungai yang cukup mengalir untukmengairi sawah-sawah dan sumber-sumber kemakmuran yang lainnya di Jawa Timur.
  9. Roda dan rantai, melukiskan situasi Jawa Timur pada masa sekarang yang sudah mulai pesat pembangunan pabrik-pabrik dan lain-lain dalam rangka pembangunan Jawa Timur di bidang Industri, dan melambangkan pula tekad yang tak kunjung padam serta rasa ikatan persahabatan yang biasa ditunjukkan oleh rakyat Jawa Timur kepada pendatang/peninjau dari manapun.
  10. Pita berisikan tulisan Jawa Timur, menunjukkan lambang Daerah Provinsi Jawa Timur.
  11. Pita dasar dengan warna putih berisi tulisan JER BASUKI MAWA BEYA, menunjukkan motto Jawa Timur yang mengandung makna bahwa untuk mencapai suatu kebahagiaan diperlukan pengorbanan.

 

Sumber : Buku Agenda Pemprov Jatim