Wapres JK : Urbanisasi Masalah Bagi Semua Negara

  • 1036 view

Jatim Newsroom - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) menilai persoalan pertumbuhan penduduk dan uranisasi menjadi masalah bagi semua negara. Tak hanya bagi negara berkembang, JK menilai persoalan laju urbanisasi juga menjadi masalah bagi negara-negara maju. "Masalah perumahan dan pemukiman masalah kita semua di dunia. Urbanisasi tidak bisa dihindari bahkan negara maju dan berkembang menjadi dilema. Di Indonesia dulu 30% persen hidup di kota dan 70% di desa. Sekarang masyoritas hidup di perkotaan. 30 tahun lagi 67% tinggal di perkotaan," kata JK saat membuka The Third Preparatory Committee (Prepcome 3) for UN Habitat III di Grand City Surabaya, Senin (25/7). Ia menjelaskan, dengan peningkatan jumlah penduduk dunia, maka di saat yang sama juga dibutuhkan kebutuhan pangan yang leih banyak lagi. "Penduduk bertambah, sektor pertanian butuh lebih banyak. Kalau dulu kita ada 45% sektor pertanian sekarang hanya 33%," jelasnya. Menurutnya, penduduk berurbanisasi untuk mencari hidup lebih baik lagi. "Urbanisasi di dunia ini menjadi kepastian yang terjadi. Tapi selama ini urbanisasi dipikirkan sebagai hal negatif. Ada isi positif yang bisa kita ambil," jelasnya. Ia mencontohkan negara China. "China dengan jumlah penduduk terbesar sedunia masih tetap bs berkembang dengan baik. Mereka bisa jadi produsen dan konsumen yg baik. Inilah habitat yang menjadi sustainable development goals," ungkap JK. Selain pertumbuhan penduduk dan laju urbanisasi yang kian besar, masalah energi juga menjadi persoaan baru. "Di kota menjadi penyebab global warmin juga harus sudah dimulai dengan green technology. Jadi harus menerapkan teknolgi yang ramah lingkungan. Kota harus bermanfaat dan jadi pusat peradaban karen harus menggerakan ekonomi dan industri juga," ujarnya. Wapres juga berharap kota lebih inklusif dan komodatif, serta tangguh dalam menghadapi masalah dan memberikan rasa aman. "Masalah kriminal dan teroris juga sering mengancam di perkotaan. Jadi sistem harus diperbaiki. Fungsi habitat bisa saling melengkapi dari berbagai aspek seperti pendidikan dan kesehatan yg baik," tuturnya. Dengan pertemuan UN Habitat III di Surabaya tersebut, JK berharap bisa dihasilkan konsep dan perencanaan yang baik tentang pertumbuhan penduduk dan lingkungan. "Masa depan kita semua harus lebih baik demi anak cucu kita untuk hidup di dunia yang makin sesak. Dengan rencana yang baik maka kota bisa lebih nyaman dan aman. Pertemuan ini jangan hanya menghasiakan keputusan sejenak tapi berkelanjutan dan membawa kehidupan lebih baik," tukasnya. (afr)



Berita Terkait
Indeks SPBE Capai 3,62, Pemprov Jatim Terus Geliatkan Pelayanan Publik yang Cepat, Efisien, Berbasis Digital
Indeks SPBE Capai 3,62, Pemprov Jatim Terus Geliatkan Pelayanan Publik yang Cepat, Efisien, Berbasis Digital

15 Januari 2024
#gubernurjawatimur,khofifahindarparawansa,

Selengkapnya
Gubernur Khofifah Apresiasi Gudang Biomassa PT Ajinomoto dan Dorong Percepatan Transisi Energi
Gubernur Khofifah Apresiasi Gudang Biomassa PT Ajinomoto dan Dorong Percepatan Transisi Energi

15 Januari 2024
#gubernurjawatimur,khofifahindarparawansa,

Selengkapnya
Kendalikan Inflasi, Gubernur Khofifah Terus Gelar Pasar Murah di Berbagai Daerah
Kendalikan Inflasi, Gubernur Khofifah Terus Gelar Pasar Murah di Berbagai Daerah

15 Januari 2024
#gubernurjawatimur,khofifahindarparawansa,

Selengkapnya
Sepanjang 2021-2023, Angka Kecelakaan Kerja di Jatim Menurun
Sepanjang 2021-2023, Angka Kecelakaan Kerja di Jatim Menurun

15 Januari 2024
#gubernurjawatimur,khofifahindarparawansa,

Selengkapnya
Gubernur Khofifah Apresiasi Upaya Hilirisasi Petani Mangrove
Gubernur Khofifah Apresiasi Upaya Hilirisasi Petani Mangrove

03 November 2023
#Khofifah Indar Parawansa,Gubernur Jawa Timur,Festival Mangrove Jatim

Selengkapnya