Wagub Jatim; Digitalisasi Sistem Bukan Sekadar Kosmetik

  • 725 view
  • #DIGITALISASI

Jatim Newsroom - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dalam acara Road to IDC Jawa Timur bertema Digitalisasi, Kunci Akselerasi Jawa Timur Bangkit yang diselenggarakan secara daring oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Rabu (17/11/2021), menyampaikan masih belum sinkronnya semangat pengembangan platform digital dengan transformasi sistem kerja di pemerintahan dan dunia usaha.

“Pekerjaan rumah besar kita di pemerintahan adalah digitalisasi (sistem) bukan kosmetik. Proses bisnis kita masih paper base, bukan paperless,” kata Emil.

Emil mencontohkan masih diperlukannya fotokopi kartu keluarga dan kartu tanda penduduk untuk mengurus sesuatu. “Seharusnya itu sudah ada di data base pemerintah. Buat apa diulang-ulang lagi. Saya bilang begini karena kita masih berproses. Tapi di sisi lain kita harus hargai proses ke sana,” katanya.

Menurut Emil, hari ini sudah ada lagi perdebatan soal perlunya digitalisasi atau tidak. “Pemerintah sudah dipaksa harus (menerapkan sistem) digital. Tapi yang belum benar-benar terjadi adalah mengubah proses bisnis dengan pemahaman digital,” katanya.

Pertanyaan justru bergulir pada digitalisasi apa yang tepat untuk pemerintahan. “Banyak sekali platform digital yang dibuat pemerintah. Kadang kita sudah semangat launching, eh yang mengunduh bisa dihitung pakai jari. Platform yang dikembangkan dengan transformasi di bawah gak terkoneksi,” katanya.

Emil melihat seringkali proses digital dalam pelayanan publik justru mempersulit dan bukannya mempermudah pengguna. “Misalkan kita mau aplod fail sulit. Aplod satu kali, dua kali, lalu sistem hang dan kita mulai dari awal. Aspek kemudahan dan kesederhanaan harus dipikirkan saat kita mendigitalisasi proses proses,” katanya.

“Sekarang orang bisa melakukan dengan aplikasi online. Masuk meja depan. Tapi begitu diproses, proses tidak dibuat lebih sederhana. Akhirnya (berkas digital) numpuk di meja depan. Aplikasi lebih mudah masuk tapi tetap lambat. Ini yang menyebabkan masyarakat tak antusias terhadap opsi digital. Mereka tidak yakin apakah akan dilayani,” kata Emil.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin menyampaikan, nilai ekonomi digital Indonesia merupakan tertinggi di Asia Tenggara, yakni mencapai Rp 624 triliun.

Hal tersebut kata Arumi, dipengaruhi faktor geografis dan jumlah penduduk. Sehingga turut memantik prediksi angka pengguna e-commerce. "Fenomena ini bisa menjadi tantangan dan peluang juga terutama bagi UMKM," jelasnya.

Istri Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak ini mengatakan, ekonomi Jatim pada 2021 tumbuh sebesar 3,23 persen (YoY) dari berbagai sektor. Perekonomian Jatim merupakan terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 25,39 persen.

"Jatim diuntungkan dengan dengan letak geografis berada di tengah-tengah sehingga kondisi ini menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM," tandasnya.

Guna menghadapi era Society 5.0, Arumi memaparkan pentingnya aspek complex problem solving, social skill, process skill, system skill dan cognitive skill.

Saat ini, jelas Arumi, Pemprov Jatim telah melakukan berbagai inovasi digital untuk mendukung pertumbuhan dan pemasaran UMKM. Antara lain melalui Dashboard Produk Unggulan Jatim (Dolan).

Program ini memberi kemudahan bagi IKM untuk bisa mendaftarkan produknya, promosi produk unggulan dengan jangkauan wilayah yang lebih luas, mudah diakses hanya dalam satu aplikasi atau website, transaksi melalui Link e-commerce, kemudahan bagi IKM mengoperasikan aplikasi Dolan didampingi sahabat digital dan mempertemukan secara online antara pembeli dengan IKM unggulan Jatim.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut juga hadir Manager Small Medium Enterprise & Partnership Program (SMEPP) Pertamina Rudi Arifianto yang menyampaikan tentang program UMKM atau UMK binaan Pertamina.

"Bidang usaha pendanaan UMK pertamina antara lain ada industri, perdagangan, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, jasa dan lain sebagainya," Kata Rudi.

Dalam mendukung UMK, Pertamina telah memiliki program yang diberi nama UMK naik kelas. Program tersebut adalah program pemberdayaan UMK berkelanjutan dimanan Pertamina melakukan pembiyaan murah sektor UMK dan pembinaan UMK naik kelas.

“Kita ada 9 Program unggulan Pertamina naik kelas, yakni UMK Academy untuk pembinaan UMK, hibah teknologi tepat guna, sertifikasi dan perijinan, display produk SME, E-learning, publikasi UMK, penjualan UMK melalui E-commerce, katalok SME 1.000 dan Exhibition," jelasnya.

Selain itu, dalam membantu UMKM, Pertamina juga mengadakan pameran melalui Pertamina SMEXPO 2021. Dalam pameran tersebut diikuti sebanyak 2.002 UMK, hasilnya 10 produk UMK berhasil melakukan ekspor, 200 UMK berhasil menjadi peserta market place dan masih banyak lagi pencapaian lainnya.

Selain narasumber tersebut, dalam AMSI IDC 2021 Road to IDC Jatim itu hadir juga Ketua AMSI Jatim, Arief Rahman, Pengurus AMSI Pusat, Metta Dharmasaputra dan Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah. (jal)



Berita Terkait
Simak Empat Karakteristik Virus Covid-19. Varian Omicron Berbeda dari Varian Lain
Simak Empat Karakteristik Virus Covid-19. Varian Omicron Berbeda dari Varian Lain

04 Januari 2022
#omicron,unair

Selengkapnya
Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru, Jembatan Limpas Tertutup Material Vulkanik
Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru, Jembatan Limpas Tertutup Material Vulkanik

04 Januari 2022
#gunung semeru,lahar dingin

Selengkapnya
DPRD Jatim Harap Kabupaten/Kota Tingkatkan Kewaspadaan Penyebaran Varian Omicron
DPRD Jatim Harap Kabupaten/Kota Tingkatkan Kewaspadaan Penyebaran Varian Omicron

04 Januari 2022
#omicron,dprd,jatim

Selengkapnya
Jawa Timur Jadi Provinsi Paling Bahagia di Pulau Jawa
Jawa Timur Jadi Provinsi Paling Bahagia di Pulau Jawa

04 Januari 2022
#gubernur,bps,jatim

Selengkapnya
Dinsos Jatim Terus Beri Santunan Kematian Korban Covid 19
Dinsos Jatim Terus Beri Santunan Kematian Korban Covid 19

03 Januari 2022
#dinsos,jatim

Selengkapnya