Wagub Emil: Koperasi Petani di Jatim Sebagai Upaya Entaskan Kemiskinan Ekstrem

  • 11576 view
  • Emil Elestianto Dardak,Wakil Gubernur Jatim

Surabaya, InfoPublik - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestiantor Dardak, menyampaikan, salah satu upaya mengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur, yakni menumbuhkan koperasi-koperasi di unit desa bagi para petani.

“Jenis koperasi paling banyak di Jawa Timur adalah Koperasi para petani. Kita tahu bahwa di daerah yang dominan pertanian, di situ angka kemiskinan tinggi. Sehingga petani harus bisa mendorong nilai tambah melalui koperasi sebagai wadah,” ujar Emil saat menghadiri kegiatan Gebyar Acara Puncak Hari Koperasi Indonesia ke 76 Jawa Timur 2023 di Blitar, Senin (24/7/2023).

“Kalau hanya nandur (menanam) itu nilainya nggak banyak, tapi dari pengemasan dan  penjualan harus bisa menjual agar profitnya bisa kembali ke petani,” imbuhnya.

Oleh karena itu Emil berharap, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) ikut memberikan pelatihan para petani agar dapat memberikan nilai tambah pada produk yang dihasilkan melalui koperasi yang dibentuk. Sehingga, keuntungan yang didapat dari dan untuk para petani.

“Jadi yang memiliki unit usaha bukan orang lain, tapi petani langsung. Sehingga ini bisa membantu kami di Pemprov Jatim untuk mengentaskan kemiskinan,” katanya.

Ia menambahkan, jumlah petani di Jawa Timur saat ini mencakup sepertiga dari angkatan kerja di Jawa Timur. Oleh karena itu saat ini pihaknya terus mendukung pertumbuhan koperasi Petani di Jatim.

Mantan Bupati Trenggalek tersebut juga tak memungkiri, jika terdapat beberapa evaluasi utamanya untuk memaksimalkan koperasi sebagai salah satu cara mengentaskan kemiskinan di Jatim. Menurutnya, masih terdapat banyak kendala yang ditemukan pada koperasi-koperasi yang ada di tiap unit. Salah satunya yakni masih banyaknya masyarakat yang ingin mengelola usahanya secara individu.

“Ini lah tugas dari Pemerintah dan Dekopin untuk mengumpulkan para petani agar membuat di hilirnya sendiri. Biasanya hasil pertanian yang mengumpulkan para trader-nya (pengepul), sehingga beli putus,” katanya.

“Saya yakin masih ada ruang untuk membenahi tanpa mengkategorisasikan. PR kita ke depannya adalah bagaimana kelompok tani ini bisa diwadahi. Kemudian usaha hilirnya, seperti petani di Tuban misalnya. Mereka mendapatkan income dari panen sampai dijual semua dinikmati sendiri oleh petani,” kata Emil.(red)

 

#Emil Elestianto Dardak #Wakil Gubernur Jatim



Berita Terkait
Wagub Emil Bahas Keuangan Daerah dalam Dialog Tingkat Tinggi UCLG-UNCDF
Wagub Emil Bahas Keuangan Daerah dalam Dialog Tingkat Tinggi UCLG-UNCDF

09 Oktober 2023
#Emil Elestianto Dardak,Wakil Gubernur Jatim

Selengkapnya
Wagub Jatim: Sosok Pemimpin Muda Ideal adalah Berani, Konsisten, Peduli
Wagub Jatim: Sosok Pemimpin Muda Ideal adalah Berani, Konsisten, Peduli

06 Oktober 2023
#Emil Elestianto Dardak,Wakil Gubernur Jatim

Selengkapnya
Wagub Emil Dampingi Wapres Resmikan Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Ponpes Al-Anwar Bangkalan
Wagub Emil Dampingi Wapres Resmikan Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Ponpes Al-Anwar Bangkalan

04 September 2023
#Emil Elestianto Dardak,Wakil Gubernur Jatim

Selengkapnya
Wagub Emil Sebut Eksistensi Pepabri Jadi Pilar Penting Bangun Nasionalisme
Wagub Emil Sebut Eksistensi Pepabri Jadi Pilar Penting Bangun Nasionalisme

07 Agustus 2023
#Emil Elestianto Dardak,Wakil Gubernur Jatim

Selengkapnya
Wagub Emil Pimpin Perumusan Strategi Transformasi Digital Bersama Kepala Daerah Negara ASEAN
Wagub Emil Pimpin Perumusan Strategi Transformasi Digital Bersama Kepala Daerah Negara ASEAN

03 Agustus 2023
#Emil Elestianto Dardak,Wakil Gubernur Jatim

Selengkapnya