50 Ibu-Ibu Ikuti Lomba Masak di Kamp Pengungsi

  • 66 view
  • DP3AK

Jatim Newsroom - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur mengadakan lomba masak mie di kamp pengungsi di kec. Pronojiwo diikuti sebanyak 50 ibu-ibu pengungsi, lomba masak mie dalam rangkaian memperingati Hari Ibu Tahun 2021, kegiatan lomba berlangsung selama 2 hari yaitu 27 Desember 2021.
 
Hal ini dikatakan kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur Dra. Restu Novi Widiani, M.M, Selasa (28/12/2021) via smartphone dari Lumajang.
 
Lebih lanjut Restu Novi, menjelaskan, 50 ibu-ibu pengungsi ini cukup antusias mengikuti lomba masak mie. Lomba dibagi 2 gelombang, masing-masing gelombang  dibagi  5  kelompok, anggota kelompok  terdiri dari 5 orang.
 
Sedangkan untuk peralatan dan bahan baku sudah disediakan. Untuk bahan-bahan baku  dipilih sendiri, bumbu, bahan, peralatan dan perlengkapan masak dipersiapkan oleh panitia, sesuai kreasinya, peserta diperbolehkan membuat inovasi/nama unik untuk setiap masakannya. Keputusan pemenang ditentukan juri dan lomba masak dilaksanakan serentak satu sesi selama 30 menit sampai makanan siap disajikan.
 
Menunya pun diberi nama oleh mereka sangat spesial   seperti mie setan semeru, spagety semeru,  mie satuy , mie lahar panas dan mie gembel, Setelah selesai ditentukan pemenang namun semuanya pulang membawa hadiah. Keseruan nampak karena disupport putra putrinya dan tagana yang mendampingi di sela-sela lomba.
 
Lomba masak mie menggunakan bahan dasar mie dan selanjutnya diolah untuk dibuat berbagai kreasi mie oleh masing-masing peserta. Setiap peserta juga diminta untuk memasak mie  sekreatif dan se inovatif mungkin serta memiliki citra rasa yang khas dan unik. Setiap peserta harus menamai kreasi mienya seunik mungkin. Panitia memberikan waktu selama dua jam untuk memasak bagi seluruh peserta.
 
Restu Novi Widiani di akhir lomba masak juga menanyakan pada ibu-ibu yang ikut lomba sebagai assessment dengan  putranya berapa,  usia berapa sekolah apa sudah menikah, sebetulnya ini adalah langkah penyuluhan sekaligus assesman sejauh mana mereka paham  usia pernikahan yang diamanahkan. (her/n)
 



Berita Terkait
DP3AK Jatim Kuatkan Pelaksanaan PPRG di Semua Perangkat Daerah
DP3AK Jatim Kuatkan Pelaksanaan PPRG di Semua Perangkat Daerah

31 Desember 2021
#DP3AK,PPRG,PUG,JATIM

Selengkapnya
Resmi Dilantik jadi Kepala DP3AK Jatim, Sekdinsos Novi Beri Pesan Khusus untuk Tagana
Resmi Dilantik jadi Kepala DP3AK Jatim, Sekdinsos Novi Beri Pesan Khusus untuk Tagana

12 Desember 2021
##DP3AK

Selengkapnya