Pamekasan Punya Keripik Tette

25 October 2017 | UMKM
Pamekasan Punya Keripik Tette

Keripik singkong yang juga disebut keripik tette produksi Pamekasan, yang mulai dikenal sebagai kuliner khas Madura, punya pasar di Jawa bahkan hingga Kalimantan.

 “Kami kirim ke sejumlah daerah di Jawa hingga Kalimantan. Sayang jumlah produksinya masih terbatas dibanding permintaan pasar,” ujar Distributor Kripik Tette, Solehan Musaddad, asal Dusun Tacempah, Desa Plakpak, Pamekasan.

Dia menuturkan, pembuatan kripik tette bergantung cuaca Desa Plakpak dan Blumbungan. Kalau cuacanya cerah atau panas, pasokan kripik tette dari produsen bisa mencapai ribuan kilo. Namun jika hujan atau mendung, pasokan sedikit bahkan tidak ada sama sekali.

Kripik tette dari dua desa yang dikenal penghasil kripik tette, dipasarkan melalui internet, ditawarkan ke sejumlah toko dan pasar UMKM di Pamekasan. Seperti dikatakan pembuat tette, Fatimah, asal Plakpak, usaha yang digelutinya turun-temurun itu selalu laris terjual. Ia memproduksi keripik berbumbu dan keripik asin. Tergantung pesanan. “Banyak pesanan, kami sampai kewalahan,” kata ibu satu anak ini.

Keripik tette merupakan jenis keripik berbahan singkong. Karena cara pembuatannya dengan cara ditumbuk agar berbentuk pipih –yang dalam bahasa Maduranya disebut e tette, masyarakat Madura familiar dengan sebutan keripik tette.

Keahlian masyarakat membuat keripik tette diwarisi secara turun temurun. Hampir setiap rumah yang diteliti dosen Fakultas Pertanian memiliki keahlian itu. Mereka masih terkendala modal dan sarana. Mereka masih menggunakan modal sendiri dengan alat tradisional seperti batu untuk memipihkan dan batu sebagai alas atau dasar.

Belum pernah ada kucuran bantuan modal usaha dari lembaga formal, baik bank maupun pemerintah daerah. Apalagi karena warga rata-rata juga sebagai petani, seringkali modal usaha untuk pembuatan keripik tette dialokasikan untuk modal usaha tani, terutama padi, jagung, dan tembakau. Akibatnya produksi keripik terhenti dan mulai lagi jika modal telah terkumpul.

           Dalam satu kali proses produksi dengan 3 kg singkong kuning menghasilkan 500 biji keripik tette. Proses produksi hanya tiga kali dalam seminggu, artinya 10 kali produksi dalam satu bulan.

Cara membuatnya: singkong terlebih dahulu dikupas dan dicuci bersih, lalu direbus diberi garam. Setelah matang singkong diiris sesuai selera, kemudian dipipihkan seperti membuat emping mlinjo. Kemudian dijemur sampai kering dan siap digoreng.

Setiap 100 biji atau lembat tette, dijual dengan harga Rp 8000,- per 100 biji. (ris)

Web Statistic