Cerutu Produksi Jember

27 October 2017 | UMKM
Cerutu Produksi Jember

Nama Jember melambung bersama pesona wisata pantainya yang eksotis, Tanjung Papuma. Juga even Jember Fashion Carnival (JFC) yang digelar setiap tahun dan sudah dikenal di seantero negeri hingga mancanegara.

            Namun Jember juga menyimpan potensi sumber alam yang membuat daerah ini sejak lama melegenda sebagai Kota Tembakau. Bahkan salah satu daerah produsen dan penghasil tembakau terbesar dan berkualitas. Tidak hanya di pasar nasional, namun telah lama dikenal di beberapa negara Eropa.

            Jember saat ini sebagai penghasil cerutu terbaik kedua setelah Kuba. Ini yang membuat Jember menjadikan tembakau sebagai lambang. Cerutu yang dibuat di Jember pun sekarang sudah banyak diekspor ke mancanegara.

Dalam perkembangannya, kebun-kebun tembakau ini tidak hanya dijadikan sebagai tempat pembudidayaan, namun juga sebagai objek pendidikan dan wisata. Salah satunya perusahaan PT Boss Image Nusantara (BIN). Ini merupakan perusahaan dengan kekuatan lokal yang memproduksi cerutu. Jenis tembakaunya Voor Oogst dan Na Oogst. 

BIN memulai usahanya empat tahun lalu, memanfaatkan potensi Jember sebagai penghasil tembakau. “Selama ini Jember hanya mengekspor daun tembakau. Kami mencoba meningkatkan nilai tambahnya dengan menjual cerutu,” ujar General Manager PT BIN, Ir. Imam Wahid Wahyudi seraya menunjuk 29 merk. Yang paling terkenal Premium Cigarre atau cerutu besar.

Produk cerutu terdiri dari dua kemasan Kotak Kayu (Wooden Box) dan kemasan kotak kertas (paper Box). “Yang top grade harganya Rp 400 ribu per pak, ada yang Rp 790 ribu per pak berisi 10-16, 4, 5. Untuk hotel yang premium.

Imam menjelaskan, menghisap cerutu berbeda dengan merokok. Cukup dihisap dan dirasakan di mulut kemudian asap dikeluarkan. Jika sigaret diberi racikan saus dan cengkeh, cerutu murni hanya tembakau. Cerutu lebih mengandalkan perpaduan jenis tembakau. Beda perpaduan, beda rasa. Dari sudut kesehatan cerutu lebih aman.

PT BIN terus mencoba meningkatkan nilai tembakau Jember agar lebih tinggi baik secara kualitas, brand maupun addict valuenya. Ironis jika disebut kota tembakau tapi tidak ada produk akhirnya. Produk cerutunya mulai merambah beberapa negara, antara lain ke Turki, berbentuk cerutu kecil. “Saat ini masih nego dengan beberapa negara. Pemasaran di Indonesia masih dominan di Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Bahkan Jember belum,” katanya seraya menyebut negara yang sedang dalam penjajakan seperti Polandia, Turki, Jepang, dan Moldova.

 

Mahasiswa

Boss Image Nusantara dirintis tahun 2011 dengan direktur utama Kahar Muzakir yang merupakan pakar tembakau. Tantangan awalnya ada di unit produksi, harus menciptakan produk yang lebih bagus dari yang sudah ada. Apalagi saat ini cerutu sudah didominasi Eropa, setidaknya cerutu Jember harus bisa menyamai kualitasnya. Tantangan lainnya yakni dari taste atau rasa dan komposisi tembakau yang harus bisa diterima oleh masyarakat.

Imam menjamin tembakau yang dijadikan bahan baku cerutu semua asli Jember. Hanya varietasnya saja yang berbeda. Sebagai contoh Varietas Connectucut, Deli, Sumatra. Meski dukungan promosi dari Pemkab Jember belum ada, pihaknya membangun hubungan baik dengan pariwisata. “Kami sering dikunjungi mahasiwa dan wisatawan asing, terakhir dari Philipine,” katanya.

            “Jika ada wisman yang datang ke kantor pariwisata, nama BIN pasti disebut. Tentu disandingkan dengan objek wisata lain di Jember seperti Pantai Papuma dan pusat penelitian kopi dan kakao,” ujarnya. (sti)

             

Web Statistic