Universitas Indonesia dan Pemda Jatim Bahas Solusi Atasi Covid-19

09 November 2020 | Berita & Pengumuman
Universitas Indonesia dan Pemda Jatim Bahas Solusi Atasi Covid-19

Jatim Newsroom- Pandemi Covid-19 membawa dampak signifikan pada berbagai sektor terutama di bidang kesehatan, ekonomi, dan kehidupan sosial bermasyarakat. Tanggapan dan solusi strategis merupakan langkah urgent untuk menghindari dampak yang lebih signifikan.

Kebijakan pada skala nasional dan daerah yang komprehensif dan solid merupakan kunci dari solusi strategis yang efektif dan efisien pada masa krisis pandemik. Demikian pandangan yang mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Dampak Penyebaran Pandemi Covid-19 di Indonesia dan Solusi Strategisnya yang diadakan Sekolah Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rabu (4/11).

Kebijakan (policy brief) tentang tanggapan krisis pandemi yang ada di Indonesia saat ini di dominasi pada skala nasional yang pada dasarnya didesain berdasarkan situasi dan kondisi Jakarta sebagai ibu kota. Muhammad Sya'roni Rofii, ketua tim riset kajian terkait covid-19 dan tim peneliti SKSG UI, mengatakan, FGD ini diharapkan bisa membantu pemerintah memetakan persoalan-persoalan di daerah. Sebab daerah menjadi tulang punggung pembangunan nasional.

"Berharap setiap kebijakan nasional terutama terkait covid ini berdasarkan riset yang mendalam. Sehingga ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan terukur dan tepat sasaran. Dalam rangka membantu memetakan persoalan di daerah-daerah terkait covid-19 kajian ini dilakukan," ujarnya dalam sebuah keterangan.

FGD yang didanai hibah Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia menghadirkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Sementara dalam FGD sebelumnya melibatkan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat.

Khofifah menegaskan Jawa Timur menggunakan pendekatan sains, kebudayaan, dan spiritual dalam menangani covid-19. Dalam FGD disebutkan, policy brief yang ada pada skala daerah sejatinya mengikuti policy brief dari pusat.

Sebab itu, isu ini dipandang perlu diperhatikan karena Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dengan keberagamannya dan permasalahan daerah masing-masing. Sehingga kebijakan yang perlu digariskan mempertimbangkan isu, potensial dan keadaan kontektual masing-masing daerah.

Ditekankan, begitu juga policy brief covid-19 ini, pemerintah provinsi dan daerah perlu merumuskan policy brief berdasarkan konteks kota ataupun daerah masing-masing. Selanjutnya, pandemi covid-19 sangat berpengaruh pada usaha skala kecil menengah maupun skala besar. Sebab sebagian besar kegiatan ekonomi harus terhenti kegiatannya sehubungan dengan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Karena itu dipandang perlu adanya policy brief yang membukan peluang berjalannya kegiatan. Sedangkan pada bidang sosial, ada konteks sosial unik yang terjadi di Indonesia. Misalnya, di beberapa daerah, skala terkecil sosial unit di kalangan masyarakat seperti RT, RW, ataupun kampung mempunyai inisiasi untuk memberi tanggapan terhadap situasi krisis ekonomi yang menyesuaikan penerapan kebijakan PSBB tersebut.

Hal itu dapat terlihat dari berkembangnya ‘kampung tangguh’ yang mengutamakan nilai gotong royong dalam menerapkan kebijakan PSBB dan bahu-membahu dalam menangani dampak pandemi covid 19. FGD juga menghadirkan pemateri dosen dari ITS dan Unair serta tim peneliti SKSG UI yaitu Direktur SKSG UI Athor Subroto, Wakil Direktur SKSG UI Abdul Mutaali, Adis Imam Munandar, Muhammad Sya’roni Rofii, Mulawarman Hannase, Nur Fatwa, Lin Yola, serta para peneliti dari Universitas Indonesia. (pno)


 

Web Statistic