Topografi Minus 0,8 meter, Salah Satu Penyebab Banjir Sampang

09 February 2017 | Berita & Pengumuman

Jatim Newsroom - Lokasi wilayah Kota Sampang yang berada pada topografi minus 0,8 meter di bawah permukaan laut dinilai menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir. Apabila daerah hulu Sungai Kemuning terjadi hujan dan bersamaan terjadi air laut pasang, maka banjir selalu terjadi. Karena itu, Pemprov Jatim berkomitmen untuk menangani persoalan banjir Sampang secepatnya agar banjir yang terjadi hingga 16 kali dalam setahun itu bisa segera teratasi. “Pemprov Jatim dengan Pemkab Sampang juga terus berjuang untuk memperoleh bantuan dari pusat. Ini menjadi fokus pemerintah. Mudah-mudahan tahun depan tersedia anggaran yang cukup untuk mengatasi banjir,” ujar Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf saat meninjau banjir di Kabupaten Sampang, Kamis (9/2). Gus Ipul sapaan wagub, meminta Dinas PU Pengairan dan pemerintah kabupaten untuk memiliki program prioritas yang signifikan dalam mengurangi banjir di Sampang. “Paling tidak bisa mengurangi 10-20 persen banjirnya. Kita ingin tahun depan dan seterusnya ada tambahan lagi. Paling tidak jika terjadi banjir, dampaknya bisa cepat surut dan tidak terlalu tinggi seperti sekarang,” katanya. Dalam kunjungannya, ia mengapresiasi masyarakat Sampang dan Pemkab Sampang yang tanggap terhadap bencana banjir. Pemkab Sampang memiliki teknologi yang canggih untuk bisa mengirim peringatan kepada masyarakat pada 10 jam sebelum terjadi banjir. Dengan begitu masyarakat bisa sigap menghadapi banjir. “Alhamdulillah beberapa tahun terakhir tidak ada korban jiwa atas terjadinya banjir di Sampang,” tuturnya. Mengenai penanganan kesehatan di Sampang, Gus Ipul mengatakan, Pemprov menyiapkan posko kesehatan dan dokter. Tujuannya agar masyarakat yang terdampak banjir ini bisa memperoleh pengobatan yang semestinya. Gus Ipul yang didampingi Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono dan Kepala BPBD Sampang meninjau beberapa titik banjir seperti Kelurahan Dalpenang Kecamatan Kota. Pada kesempatan ini, Gus Ipul dan rombongan menggunakan perahu karet juga memberikan bantuan makanan kepada masyarakat yang terdampak banjir. Seperti diberitakan sebelumnya, untuk menangani banjir di Kabupaten Sampang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan anggaran sebesar Rp 50 miliar untuk mengatasi banjir. Anggaran tersebut sudah dialokasikan di tahun ini, dari total kebutuhan sebesar Rp 500 miliar. ​“Kalau Sampang ingin berkurang secara signifikan banjirnya dibutuhkan minimal 500 milyar rupiah. Sementara untuk tahap awal anggarannya hanya Rp 50 miliar atau hanya sepuluh persen dari total kebutuhan,” kata Gus Ipul. Selain itu, pemerintah pusat juga mengalokasikan dana sebesar Rp 8 miliar. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk pembangunan tanggul, pintu air, dan rumah pompa. “Itulah beberapa prioritas penanganan banjir di Sampang. Kalau itu dilakukan nilainya lebih dari Rp 500 miliar. Dananya ada, akan kita bangun secara bertahap,” ujar Gus Ipul.(sti)

Web Statistic