Tingkat Kemudahan Berbisnis di Jatim Peringkat Pertama di Indonesia

27 February 2018 | Berita & Pengumuman

Jatim Newsroom - Berdasarkan hasil penelitian Lee Kuan Yew Institute (LKYI) Singapura, tingkat kemudahan berbisnis atau ease of doing business di Jawa Timur menduduki ranking pertama di Indonesia. Ini tidak terlepas dari usaha Pemprov Jatim dalam memberikan layanan terbaik kepada dunia usaha dalam berbisnis di provinsi ini.

 

Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas Pemprov. Jatim, Drs Benny Sampir Wanto  menjawab pertanyaan media tentang kemudahan perijinan usaha di Jawa Timur.

 

Urutan berikutnya, yaitu Jawa Barat peringkat kedua dan disusul Jawa Tengah nomor ketiga. Sementara itu, DKI Jakarta menduduki ranking ke-empat, dan Yogyakarta pada urutan kelima.

 

Ditambahkan, nilai pemeringkatan masing-masing provinsi, yaitu Jatim sebesar 1,795, diikuti Jabar 1,720, dan Jateng 11449. Sedangkan nilai DKI sebesar 1,325 dan DIY 1,056.

 

Hasil pemeringkatan kemudahan berbisnis oleh LKY Institute tsb, jelas juru bicara Pemprov. Jatim ini, dilakukan pada penelitian bulan April s.d. September 2017 dengan tiga indikator yang diambil, yaitu daya tarik bagi investor, keramahan bisnis, dan kebijakan kompetitif pemprov. 

 

Investasi Makro dan Mikro

 

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Lili Soleh Wartadipradja, Pemprov Jatim memberikan berbagai  kemudahan berbisnis di Jatim, baik layanan investasi makro maupun mikro.  "Pemprov Jatim menyediakan Geographic Information System (GIS), sistem aplikasi yang memberikan peta informasi tentang potensi dan fasilitas-fasilitas di Jawa Timur," ujarnya. Selain itu, AP Inves, sebuah aplikasi peluang investasi yang menginfokan prospektus investasi di Provinsi Jawa Timur.

 

Pemprov, lanjutnya, juga menyediakan aplikasi simulasi interaktif atau help desk. Diaplikasi ini, investor bisa menyampaikan saran, pertanyaan, dan sebagainya.

 

Di pelayanan investasi mikro, yaitu perizinan, berbagai kemudahan diberikan oleh Pemprov. Jatim bagi investor. Aplikasi gratis, yang memberikan waktu kepastian dan kejelasan waktu  ijin,  serta zero transportasi bisa diperoleh di laman Dinas Penanaman Modal dan PTSP, http://Ejisc.dpmptsp.jatimprov.go.id. "Direncanakan pada bulan Maret 2018, semua aplikasi diatas sudah dapat diunduh di application store HP berbasis android," ujarnya.

 

Berbagai inovasi yang dilakukan Pemprov. Jatim dalam memberikan kemudahan bagi investor tsb, tidak mengherankan menjadikan Jawa Timur menduduki ranking pertama di Indonesia dalam eaaenof doing business.

 

Nilai PMA Rp 21,49 Triliun

 

Nilai penamanan modal asing (PMA) di Jawa Timur pada tahun 2017 tercatat sebesar Rp 21,49 triliun, dengan jumlah proyek sebanyak 2.527 buah. Nilai investasi ini merekrut sebanyak 78.496 tenaga kerja.

 

Sementara itu, untuk penanaman modal dalam negeri di provinsi ini, pada tahun yang sama sebesar Rp 69,290 triliun dengan jumlah proyek sebanyak 2.165 buah. Serapan tenaga kerja sebanyak 147.786 orang.

 

Penanaman modal non fasilitas di Jatim pada tahun 2017 tercatat sebanyak 129.260 unit usaha,  dengan nilai investasi sebesar Rp 85,86 triliun. Investasi tsb menyerap tenaga kerja sebanyak 451.076 tenaga kerja. (red)

Web Statistic