Tim Trenggana Selamatkan Satu Pasien OTG di Asrama Haji

19 July 2021 | Berita & Pengumuman
Tim Trenggana Selamatkan Satu Pasien OTG di Asrama Haji

"Jadi tadi malam ada laporan bahwa ada satu pasien perempuan di kamar 115 yang sesak nafas berat. Lalu kami menggunakan ambulans dan mengambil tabung oksigen ukuran besar yang tingginya dua meter di Gedung Muzdalifah dan mengantarkan langsung ke kamar pasien," ungkap Ketua Tim Trenggana Satpol PP Jatim, M. Solihin pada JNR melalui sambungan telepon. 
 
Dalam keadaan darurat tersebut, ia mengaku harus melanggar protokol kesehatan dengan masuk ruang isolasi tanpa menggunakan APD. "Mohon maaf, kami dua orang dari Tim Trenggana dan satu orang tenaga kesehatan masuk mengantarkan dan memasangkan oksigen ke pasien tanpa menggunakan APD (alat perlindungan diri). Karena memang darurat, kami khawatir jika harus memakai APD dulu, pasien tidak bisa tertolong. Tapi kami masih pakai dobel masker saat memberikan bantuan," jelasnya. 
 
Setelah berhasil menolong pasien tersebut, ia mengaku lega karena gejala sesak nafas berat pasien langsung mereda dan berangsur pulih. Tak berselang lama, seorang pasien lain juga mengalami kondisi fisik yang semakin menurun. Solihin bersama timnya langsung merujuk pasien ke RS Haji untuk penanganan lebih lanjut. Namun, kondisi yang sudah membaik setelah diberi cairan infus, pasien pun kembali dibawa ke gedung E2 Asrama Haji. 
 
Tak berhenti disitu saja. Sekira pukul 09.00 tadi pagi stok oksigen untuk pasien di E2 pun menipis dan hampir habis. Tim Trenggana juga mencoba membeli isi ulang oksigen di wilayah Bratang, Surabaya.  Namun, mereka harus menelan kekecewaan karena stok habis. 
 
Ia pun meminta bantuan pada BPBD Jatim dan Dishub Jatim untuk bisa mendapatkan isi ulang gratis yang digagas Pemprov Jatim di kantor Dishub Jatim di Jalan A.Yani Surabaya. "Kami harus ke kantor Dishub Jatim karena stok oksigen kami habis. Karena banyak warga yang antre, kami pun minta izin untuk mendahului isi ulang oksigen karena darurat. Alhamdulillah warga memberikan toleransi sehingga kami bisa isi oksigen tanpa antre," jelasnya. 
 
Ia pun mendapatkan cadangan dari isi ulang dua tabung oksigen ukuran satu meter kubik. Untuk tabung besar, kata dia, harus mengisi ulang di Samator. "Besok Senin pagi kami akan ke Samator dengan membawa surat pengantar agar bisa mendapatkan isi ulang oksigen," pungkasnya. (afr/n)
 
Dalam keadaan darurat tersebut, ia mengaku harus melanggar protokol kesehatan dengan masuk ruang isolasi tanpa menggunakan APD. "Mohon maaf, kami dua orang dari Tim Trenggana dan satu orang tenaga kesehatan masuk mengantarkan dan memasangkan oksigen ke pasien tanpa menggunakan APD (alat perlindungan diri). Karena memang darurat, kami khawatir jika harus memakai APD dulu, pasien tidak bisa tertolong. Tapi kami masih pakai dobel masker saat memberikan bantuan," jelasnya. 
 
Setelah berhasil menolong pasien tersebut, ia mengaku lega karena gejala sesak nafas berat pasien langsung mereda dan berangsur pulih. Tak berselang lama, seorang pasien lain juga mengalami kondisi fisik yang semakin menurun. Solihin bersama timnya langsung merujuk pasien ke RS Haji untuk penanganan lebih lanjut. Namun, kondisi yang sudah membaik setelah diberi cairan infus, pasien pun kembali dibawa ke gedung E2 Asrama Haji. 
 
Tak berhenti disitu saja. Sekira pukul 09.00 tadi pagi stok oksigen untuk pasien di E2 pun menipis dan hampir habis. Tim Trenggana juga mencoba membeli isi ulang oksigen di wilayah Bratang, Surabaya.  Namun, mereka harus menelan kekecewaan karena stok habis. 
 
Ia pun meminta bantuan pada BPBD Jatim dan Dishub Jatim untuk bisa mendapatkan isi ulang gratis yang digagas Pemprov Jatim di kantor Dishub Jatim di Jalan A.Yani Surabaya. "Kami harus ke kantor Dishub Jatim karena stok oksigen kami habis. Karena banyak warga yang antre, kami pun minta izin untuk mendahului isi ulang oksigen karena darurat. Alhamdulillah warga memberikan toleransi sehingga kami bisa isi oksigen tanpa antre," jelasnya. 
 
Ia pun mendapatkan cadangan dari isi ulang dua tabung oksigen ukuran satu meter kubik. Untuk tabung besar, kata dia, harus mengisi ulang di Samator. "Besok Senin pagi kami akan ke Samator dengan membawa surat pengantar agar bisa mendapatkan isi ulang oksigen," pungkasnya. (afr/n)
"Jadi tadi malam ada laporan bahwa ada satu pasien perempuan di kamar 115 yang sesak nafas berat. Lalu kami menggunakan ambulans dan mengambil tabung oksigen ukuran besar yang tingginya dua meter di Gedung Muzdalifah dan mengantarkan langsung ke kamar pasien," ungkap Ketua Tim Trenggana Satpol PP Jatim, M. Solihin pada JNR melalui sambungan telepon. 
 
Dalam keadaan darurat tersebut, ia mengaku harus melanggar protokol kesehatan dengan masuk ruang isolasi tanpa menggunakan APD. "Mohon maaf, kami dua orang dari Tim Trenggana dan satu orang tenaga kesehatan masuk mengantarkan dan memasangkan oksigen ke pasien tanpa menggunakan APD (alat perlindungan diri). Karena memang darurat, kami khawatir jika harus memakai APD dulu, pasien tidak bisa tertolong. Tapi kami masih pakai dobel masker saat memberikan bantuan," jelasnya. 
 
Setelah berhasil menolong pasien tersebut, ia mengaku lega karena gejala sesak nafas berat pasien langsung mereda dan berangsur pulih. Tak berselang lama, seorang pasien lain juga mengalami kondisi fisik yang semakin menurun. Solihin bersama timnya langsung merujuk pasien ke RS Haji untuk penanganan lebih lanjut. Namun, kondisi yang sudah membaik setelah diberi cairan infus, pasien pun kembali dibawa ke gedung E2 Asrama Haji. 
 
Tak berhenti disitu saja. Sekira pukul 09.00 tadi pagi stok oksigen untuk pasien di E2 pun menipis dan hampir habis. Tim Trenggana juga mencoba membeli isi ulang oksigen di wilayah Bratang, Surabaya.  Namun, mereka harus menelan kekecewaan karena stok habis. 
 
Ia pun meminta bantuan pada BPBD Jatim dan Dishub Jatim untuk bisa mendapatkan isi ulang gratis yang digagas Pemprov Jatim di kantor Dishub Jatim di Jalan A.Yani Surabaya. "Kami harus ke kantor Dishub Jatim karena stok oksigen kami habis. Karena banyak warga yang antre, kami pun minta izin untuk mendahului isi ulang oksigen karena darurat. Alhamdulillah warga memberikan toleransi sehingga kami bisa isi oksigen tanpa antre," jelasnya. 
 
Ia pun mendapatkan cadangan dari isi ulang dua tabung oksigen ukuran satu meter kubik. Untuk tabung besar, kata dia, harus mengisi ulang di Samator. "Besok Senin pagi kami akan ke Samator dengan membawa surat pengantar agar bisa mendapatkan isi ulang oksigen," pungkasnya. (afr/n)
"Jadi tadi malam ada laporan bahwa ada satu pasien perempuan di kamar 115 yang sesak nafas berat. Lalu kami menggunakan ambulans dan mengambil tabung oksigen ukuran besar yang tingginya dua meter di Gedung Muzdalifah dan mengantarkan langsung ke kamar pasien," ungkap Ketua Tim Trenggana Satpol PP Jatim, M. Solihin pada JNR melalui sambungan telepon. 
 
Dalam keadaan darurat tersebut, ia mengaku harus melanggar protokol kesehatan dengan masuk ruang isolasi tanpa menggunakan APD. "Mohon maaf, kami dua orang dari Tim Trenggana dan satu orang tenaga kesehatan masuk mengantarkan dan memasangkan oksigen ke pasien tanpa menggunakan APD (alat perlindungan diri). Karena memang darurat, kami khawatir jika harus memakai APD dulu, pasien tidak bisa tertolong. Tapi kami masih pakai dobel masker saat memberikan bantuan," jelasnya. 
 
Setelah berhasil menolong pasien tersebut, ia mengaku lega karena gejala sesak nafas berat pasien langsung mereda dan berangsur pulih. Tak berselang lama, seorang pasien lain juga mengalami kondisi fisik yang semakin menurun. Solihin bersama timnya langsung merujuk pasien ke RS Haji untuk penanganan lebih lanjut. Namun, kondisi yang sudah membaik setelah diberi cairan infus, pasien pun kembali dibawa ke gedung E2 Asrama Haji. 
 
Tak berhenti disitu saja. Sekira pukul 09.00 tadi pagi stok oksigen untuk pasien di E2 pun menipis dan hampir habis. Tim Trenggana juga mencoba membeli isi ulang oksigen di wilayah Bratang, Surabaya.  Namun, mereka harus menelan kekecewaan karena stok habis. 
 
Ia pun meminta bantuan pada BPBD Jatim dan Dishub Jatim untuk bisa mendapatkan isi ulang gratis yang digagas Pemprov Jatim di kantor Dishub Jatim di Jalan A.Yani Surabaya. "Kami harus ke kantor Dishub Jatim karena stok oksigen kami habis. Karena banyak warga yang antre, kami pun minta izin untuk mendahului isi ulang oksigen karena darurat. Alhamdulillah warga memberikan toleransi sehingga kami bisa isi oksigen tanpa antre," jelasnya. 
 
Ia pun mendapatkan cadangan dari isi ulang dua tabung oksigen ukuran satu meter kubik. Untuk tabung besar, kata dia, harus mengisi ulang di Samator. "Besok Senin pagi kami akan ke Samator dengan membawa surat pengantar agar bisa mendapatkan isi ulang oksigen," pungkasnya. (afr/n)

Web Statistic