Sorogan Preneur Jadi Pengungkit Kebangkitan Ekonomi di Jatim

15 September 2021 | Berita & Pengumuman
Sorogan Preneur Jadi Pengungkit Kebangkitan Ekonomi di Jatim

Ketua KADIN Jatim, Adik dwi Putranto, SH, Senin (13/9/2021) mengatakan, Sorogan Preneur yang dilaksanakan oleh YPM Sepanjang ini sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha khususnya UMKM dalam menghadapi pandemic covid-19 ini. Mereka sangat membutuhkan terobosan dan strategi untuk bertahan dalam masa krisis ini.
 
Produk yang dulunya didatangi customer sekarang mesti menjemput bola dan jual di pasar digital serta di antar ke customer. “Dengan acara ini kita berharap siswa dan mahasiswa bisa menjadi wirausahawan dengan kemampuan hardskill dan softskill yang bagus,” terangnya.
 
KADIN Jatim juga berharap bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan keluarga besar YPM Sepanjang baik itu guru, dosen dan siswa atau mahasiswa untuk peningkatan peningkatan SDM dan kewirausahaan. Bisa dengan Pelatihan Pelatih Tempat Kerja untuk pemagangan, Kadin Institute untuk peningkatan kompetensi profesi, bisa dengan rumah kurasi untuk peningkatan produk UMKM dan bisa dengan Surabaya eksport center untuk meningkatkan eksport produsk UMKM. “Saya berharap banyak siswaatau anak muda  yang bercita-cita menjadi wirausahawan dan KADIN siap menerima baik itu Kerjasama, konsultasi dan kolaborasi,” ujarnya.
 
Pengungkit Kebangkitan Ekonomi
 
Ketua YPM Sepajang,H. Ahmad Makki, MTmengatakan, Sorogan Preneur ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif terhadap kebanggaan produk buatan indonesia dan mengurangi import. “Semoga acara ini bisa menjadi pengungkit kebangkitan ekonomi karena pandemic covid-19,khususnya di Jawa Timur dan jangka panjang bisa meningkatkan jumlah wirausahawan di lingkungan santri,” harapnya.
 
Sebelumnya, Ketua PBNU Bidang Pendidikan,Dr. H. Hanief Saha Abdul Ghofur dalam sambutannyasaat pembukaan, Rabu (08/9/2021) mengatakan, karakter santri dengan background pesantren sebenarnya adalah modal dasar yang kuat untuk sukses menjadi wirausahawan,karena faktor sukses seseorang yang terbesar adalah etos dan karakter seseorang.
 
Ini diharapkan bisa menutup kekurangan jumlah wirausaha di Indonesia yang masih minim.Sementara pemerintah mengharapkan setidaknya ada 15% wirausaha untuk menjadi negara maju yang kuat ekonominya.
 
Pendidikan dan pelatihan serta coaching kewirausshaaan ini sangat penting untuk meningkatkan jumlah wirausahawan yang ujungnya daya tawar suatu negara terhadap negara lain. Maka dari itu pelatihan wirausahan ini juga harus mampu mendorong untuk menjadi wirausahawan sukses.
 
Dikatakannya, etos kerja dan karakter untuk bertindak akan sangat menentukan suskes seseorang wirausahawan, 60% orang suskes dan ini sudah dimiliki oleh para santri dengan bacground pesantrenya.

 

JIPP JATIM
GPR
LPSE
TRANSPARANSI
BPS Jatim
Web Statistic