Sebanyak 5.000 Warga Malang Raya Ikut Vaksinasi di UM

19 July 2021 | Berita & Pengumuman
Sebanyak 5.000 Warga Malang Raya Ikut Vaksinasi di UM

Pengecekan dipimpin Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Pangkormada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta. Kali ini untuk target 5.000 dosis vaksin untuk masyarakat disuntikkan oleh 35 tim vaksinator. 

Teknis vaksinasi dibagi menjadi tiga tempat, yakni di Graha Cakrawala, Sasana Krida, dan lapangan tenis indoor. Ketiga lokasi masih dalam area Universitas Negeri Malang. 
 
"Hari ini kita menyaksikan ada lonjakan kasus positif secara eksponensial (peningkatan secara kuantitas). Itu Karena ada peningkatan yang cukup signifikan dari masyarakat yang melakukan testing secara mandiri," kata Khofifah. 
 
Setidaknya, kata dia, ada enam kali lipat dari masyarakat yang melakukan testing melalui swab PCR. Menurutnya, semakin banyak yang testing, makin memungkinkan pemerintah untuk melakukan tracing. 
 
"Tetapi kita melihat bahwa Bed Occupancy Ratio (BOR) Rumah Sakit ternyata flat. Nah BOR-nya flat tetap kelihatan hasil dari swab PCR menunjukkan peningkatan karena testing kita pada seminggu terakhir ini meningkat sampai enam kali lipat," paparnya. 
 
"Kemudian kita mencoba membangun sinergitas secara solid, kohesivitas kita sangat tinggi untuk bersama-sama melakukan gerakan vaksinasi, serbuan vaksinasi, gerai vaksinasi. Baksos lalu bentuknya juga vaksinasi. Ini Alhamdulillah berseiring dengan semangat masyarakat yang sangat tinggi untuk melaksanakan vaksinasi," lanjutnya. 
 
Oleh karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan, dengan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi interaksi, mengurangi mobilitas. "Karena 5M ini kunci untuk bisa melandaikan bahkan menghentikan penyebaran covid-19.Tugas pemerintah memaksimalkan tracing, memaksimalkan testing, memaksimalkan treatment," tandasnya. 
 
Mayjen TNI Suharyanto menambahkan, percepatan serbuan vaksinasi  merupakan bentuk kerja sama dan sinergitas antara Forkopimda Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Kota Malang, bersama universitas, civitas akademika khususnya Universitas Negeri Malang. Ia mengatakan, bahwa yang mengikuti vaksinasi ini tidak hanya warga yang mempunyai KTP Malang, melainkan warga yang di luar kabupaten dan Kota Malang juga bisa dilakukan. 
 
"Kami melaksanakan secara terus menerus sebagai bagian dari program vaksinasi nasional. Seperti kita ketahui bersama bahwa Jawa Timur Alhamdulillah sampai hari ini sudah lebih dari 20 persen penduduk Jatim yang divaksin. Bahkan Jatim tidak termasuk mendapat prioritas oleh Presiden Republik Indonesia," jelasnya 
 
Ia mengatakan, beberapa kali Presiden menyampaikan bahwa sekarang pemerintah sedang gencar-gencarnya meningkatkan vaksinasi di tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten. Tetapi Jawa Timur tidak karena secara mandiri pun sudah bisa melebihi target dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain. (afr/n)
Pengecekan dipimpin Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Pangkormada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta. Kali ini untuk target 5.000 dosis vaksin untuk masyarakat disuntikkan oleh 35 tim vaksinator. 
 
Teknis vaksinasi dibagi menjadi tiga tempat, yakni di Graha Cakrawala, Sasana Krida, dan lapangan tenis indoor. Ketiga lokasi masih dalam area Universitas Negeri Malang. 
 
"Hari ini kita menyaksikan ada lonjakan kasus positif secara eksponensial (peningkatan secara kuantitas). Itu Karena ada peningkatan yang cukup signifikan dari masyarakat yang melakukan testing secara mandiri," kata Khofifah. 
 
Setidaknya, kata dia, ada enam kali lipat dari masyarakat yang melakukan testing melalui swab PCR. Menurutnya, semakin banyak yang testing, makin memungkinkan pemerintah untuk melakukan tracing. 
 
"Tetapi kita melihat bahwa Bed Occupancy Ratio (BOR) Rumah Sakit ternyata flat. Nah BOR-nya flat tetap kelihatan hasil dari swab PCR menunjukkan peningkatan karena testing kita pada seminggu terakhir ini meningkat sampai enam kali lipat," paparnya. 
 
"Kemudian kita mencoba membangun sinergitas secara solid, kohesivitas kita sangat tinggi untuk bersama-sama melakukan gerakan vaksinasi, serbuan vaksinasi, gerai vaksinasi. Baksos lalu bentuknya juga vaksinasi. Ini Alhamdulillah berseiring dengan semangat masyarakat yang sangat tinggi untuk melaksanakan vaksinasi," lanjutnya. 
 
Oleh karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan, dengan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi interaksi, mengurangi mobilitas. "Karena 5M ini kunci untuk bisa melandaikan bahkan menghentikan penyebaran covid-19.Tugas pemerintah memaksimalkan tracing, memaksimalkan testing, memaksimalkan treatment," tandasnya. 
 
Mayjen TNI Suharyanto menambahkan, percepatan serbuan vaksinasi  merupakan bentuk kerja sama dan sinergitas antara Forkopimda Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Kota Malang, bersama universitas, civitas akademika khususnya Universitas Negeri Malang. Ia mengatakan, bahwa yang mengikuti vaksinasi ini tidak hanya warga yang mempunyai KTP Malang, melainkan warga yang di luar kabupaten dan Kota Malang juga bisa dilakukan. 
 
"Kami melaksanakan secara terus menerus sebagai bagian dari program vaksinasi nasional. Seperti kita ketahui bersama bahwa Jawa Timur Alhamdulillah sampai hari ini sudah lebih dari 20 persen penduduk Jatim yang divaksin. Bahkan Jatim tidak termasuk mendapat prioritas oleh Presiden Republik Indonesia," jelasnya 
 
Ia mengatakan, beberapa kali Presiden menyampaikan bahwa sekarang pemerintah sedang gencar-gencarnya meningkatkan vaksinasi di tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten. Tetapi Jawa Timur tidak karena secara mandiri pun sudah bisa melebihi target dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain. (afr/n)

Web Statistic