Raskin Sembilan Kota di Jatim Disiapkan Pakai Voucher

09 January 2017 | Berita & Pengumuman

Jatim Newsroom Upaya penyaluran raskin (beras untuk masyarakat miskin) tahun 2017 tak seluruhnya menggunakan cara konvensional. Dari target Presiden Joko Widodo sejak Juli 2016, penyaluran raskin telah diwacanakan menggunakan voucher. Tahun ini, rencana tersebut perlahan mulai direalisasikan. Dari target di 56 kota di Indonesia, sebanyak 9 kota di antaranya diujicobakan di Jatim.

“Ada sembilan kota di Jatim yang akan dilakukan penyaluran raskin pakai voucher. Di antaranya ada Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Batu, Kota Kediri, dan Kota Blitar,” kata kata Kepala Perum Bulog Divre Jatim, Witono saat ditemui di Pasar Wonokromo, Senin (9/1).

Ia menjelaskan, voucher tersebut kini masih disiapkan. “Kami masih bicarakan konsep voucher raskin dengan menggandeng Bank BNI. Hari ini kami masih rapatkan. Targetnya sudah mulai direalisasikan 14 Januari,” ungkapnya.

Witono mengungkapkan, dalam voucher tersebut akan diisi saldo Rp 110 ribu dari Kementerioan Sosial yang bisa untuk membeli beras sebanyak 10 kg dan gula 2 kg. Per kg berasnya sekitar Rp 8.000 dan gula Rp 12.500 per kg. “Dari saldo voucher Rp 110 ribu, untuk tebus beras 10 kg Rp 80 ribu dan gula 2 kg Rp 25 ribu. Totalnya Rp 105 ribu dan masih ada sisa saldo Rp 5 ribu,” ujarnya.

Namun saat ditanya target Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) penerima voucher, kata dia, masih belum ditentukan. “Soal RTSPM, kami menunggu dari pusat. Biasanya data menggunakan acuan BPS tapi sekarang kami mulai menyiapkan sistemnya dulu,” jelasnya.

Untuk penyaluran, pihaknya akan menggandeng Rumah Pangan Kita (RPK) yang didirikan Perum Bulog. “Penyaluran bisa dilakukan RPK. Untuk awal, hanya satu RPK saja untuk penyaluran raskin menggunakan voucher. Kalau ini berjalan lancar maka akan dievaluasi dan bisa dikembangkan lagi,” tuturnya. (afr)

Web Statistic