Pemprov Berharap Tol Yang Ada di Jatim Bisa Operasional Saat Lebaran

17 April 2017 | Berita & Pengumuman

Jatim Newsrom- Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus berharap dan mengupayakan pengerjaan tol di wilayah Jatim seperti, Ngawi-Pasuruan selesai dan segera bisa digunakan pada lebaran 2017 nanti. Gubernur Jatim, Soekarwo mengatakan, meski bukan sepenuhnya wewenang Pemprov, namun diharapkan bisa memecah kemacetan saat mudik lebaran nanti. Salah satunya adalah tol Surabaya-Mojokerto (SuMo) yang akan dioperasionalkan Idul Fitri tahun ini. Hanya saja, pemudik hanya bisa melintas satu jalur saat melintas di Karangpilang. "Tol Surabaya-Mojokerto diatas sungai (Karangpilang, Red) hanya akan satu jalur. Karena ada rumah dibawahnya. Tp sebenarnya sudah dibeli 100 persen," ujar Gubernur Jatim Soekarwo, Senin (17/4). Diproyeksikan, musim mudik nanti selesainya tol SuMo juga dibarengi dengan kelarnya tol Mojokerto-Kertosono. Jadi bisa langsung menyambung. Namun, Pakde Karwo pesimis bisa selesai hingga pintu exit Kertosono lama, Nganjuk. Dari progres saat ini, tol Surabaya-Kertosono bakal exit di Mengkreng, Jombang. Tetapi skema tersebut akan menimbulkan permasalahan kemacetan parah, seandainya pintu keluar tol berada di Mengkreng. Sebab, wilayah tersebut selalu menjadi langganan macet setiap kali musim mudik. "Dia (Badan Pengatur Jalan Tol) sanggup menuntaskan jembatan yang ada di Mengkreng. Jadi bisa nyambung hinga Kertosono lama. Tapi saya tidak yakin itu. Maka saya minta paling tidak ada makadam, untuk mengurangi kemacetan," paparnya. Selain tol Surabaya-Mojokerto dan Mojokerto-Kertosono, Pemprov juga berharap tol Gempol-Mojosari-Mojokerto dan Sukorejo-Batu segera bisa dikerjakan. Sehingga bisa selesai 2021. "Tol Batu ini pertimbangannya karena turism. Arteri yang sebelumnya dicanangkan dari Sukorejo-Batu batal dibangun. Sebab terlalu mahal. Akan diganti dengan tol," ujarnya. Batalnya pembangunan arteri Sukorejo-Batu ini, karena biaya yang dikeluarkan terlalu mahal. Pakde Karwo menyebutkan, total akan menghabiskan dana Rp 1,3 triliun kalau membangun arteri. Pasalnya masih harus membebaskan lahan. Oleh sebab itu, diputuskan beralih ke jalan tol. Dimana akan melewati kawasan Hutan Raya Raden Suryo. Pembangunannya tinggal menunggu tender di Kementrian Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Namun pihaknya, belum mau menyebutkan perusahaan yang akan mengerjakan tol Sukorejo-Batu. Pakde Karwo masih merahasiakan namanya, sebelum diputuskan oleh Kementrian PU dan BPJT. "Dia (perusahaan pembangun tol Sukorejo-Batu) sudah punya time line. Tinggal persetujuan dari Kementrian PU dan BPJT. Rencananya, pertengahan 2018 mulai pengerjaannya dan selesai pada 2021 mendatang," paparnya. Dengan dibangunnya jalan tol Sukorejo-Batu, akan melengkapi jalan tol Surabaya-Pandaan-Malang. Yang akan diproyeksikan bisa selesai akhir 2018 mendatang hingga singosari. (pca)

Web Statistic