Pakde Karwo : Guru Harus Jadi Panutan

05 September 2018 | Berita & Pengumuman
Pakde Karwo : Guru Harus Jadi Panutan

Jatim Newsroom - Seorang guru harus menjadi panutan bagi anak didiknya. Panutan yang dimaksud adalah guru sebagai sosok  professional, beretika, dan memiliki kepribadian yang baik, sehingga bisa dicontoh oleh anak didik.

            Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim, Soekarwo, saat menerima rombongan guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi yang menjadi juara tingkat nasional dan Asia Tenggara di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu(5/9).

            Pakde Karwo sapaan akrabnya, menjelaskan tanpa adanya guru yang bisa menjadi panutan bagi anak didik, maka sistem pendidikan tidak bisa berjalan dengan baik. Menjadi panutan juga merupakan bagian dari budaya Bangsa Indonesia. Budaya seperti itu, harus dipupuk sejak dini, yaitu mulai dari mengajarkan anak didik hal yang baik dan benar. “Apabila ingin menciptakan masyarakat yang sejahtera, maka harus membangun sistem yang berbasis kebudayaan. Hal tersebut, juga sudah dilakukan di Negara lain seperti Cina, Jepang dan Korea serta India,”ungkapnya.

Di Indonesia, lanjutnya menjadi  panutan  harus dilengkapi  dengan spiritual. Jadi, Indonesia meletakkan dasar pendidikan bukan hanya menciptakan masyarakat yang cerdas tapi juga berakhlak mulia melalui basis spiritual. Karena semua hal basisnya adalah akhlak.

”Guru harus meningkatkan kompetensi untuk menjadi lebih baik, kreatif dan inovatif agar para anak didik ikut termotivasi dalam belajar. Guru juga harus membekali anak didiknya dengan ilmu teknologi. Dengan menerapkan teknologi, maka secara tidak langsung meningkatkan daya saing anak didikm,” ucapnya

            Selain itu, Pakde Karwo juga menambahkaan, program pendidikan kedepan yang sangat ideal  dimana diatur dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional. Yaitu tugas pendidik tidak hanya mencerdaskan  tapi juga memberdayakan anak didik. Anak didik harus dilibatkan dalam proses pendidikan, diajak berdialog, dan dididik untuk berkreasi dan inovasi.

“Buatlah suasana dialogis yang nyaman sehingga anak didik senang dengan materi pendidikan. Yang tidak kalah penting adalah anak didik harus  bisa membaca, rajin  menulis dan menghitung.  Hal tersebut menjadi basis pendidikan,“ imbuhnya.

Terkait  beberapa guru yang meraih prestasi di tingkat ASEAN dan nasional , Pakde Karwo menyampaikan rasa bangganya. Pendidik tentunya memiliki kualitas yang luar biasa sehingga bisa meraih prestasi.  Sebanyak 24 pendidik Jatim meraih penghargaan,  dengan rincian 4 penghargaan ASEAN dan 20 penghargaan tingkat nasional. (red)

Web Statistic