Menteri BUMN Target Realisasikan 11 Rumah Kreatif BUMN di Jatim

11 January 2017 | Berita & Pengumuman
Menteri BUMN Target Realisasikan 11 Rumah Kreatif BUMN di Jatim

Jatim Newsroom Potensi UMKM (Usaha Mikro Kecil Dan Menengah) di Jawa Timur hingga kini masih menjadi yang terbaik nasional. Hal itu menjadi perhatian bagi Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Rini Soemarno dengan mendirikan dan meresmikan Rumah Kreatif BUMN (RKB) di Surabaya yang dikelola Bank Mandiri. Di Jatim, Rini menargetkan BUMN mendirikan 11 RKB selama 2017 sudah terbentuk.

“BUMN kini bukan hanya sebagai pencetak keuntungan saja, tapi sebagai agen pembangunan. Kita hadir untuk masyarakat dengan motto BUMN Hadir Untuk Negeri. Salah satunya dengan didirikannya Rumah Kreatif BUMN,” jelas Rini saat meresmikan RKB di Surabaya, Rabu (11/1).

Menurutnya, selama tahun 2017 di seluruh Indonesia akan dibangun 100 RKB, namun di Jatim masih akan dibangun di 11 kab/kota. Untuk pembangunan dan pengelolaannya akan dilakukan oleh beberapa BUMN, yakni Telkom, Pertamina, PLN, Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN.

“RKB ini menjadi bentuk sinergi BUMN yang hadir untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Mengapa sasarannya UMKM, karena punya peran sangat besar dalam mendukung pembangunan di sektor perekonomian nasional. Seperti RKB di Surabaya dibangun oleh Bank Mandiri yang sebelumnya juga punya program Wirausaha Muda Mandiri. Ini yang disinergikan di RKB,” tuturnya.

Perlunya dukungan sektor perbankan untuk pengembangan UMKM, kata dia, menjadi sangat penting. “Bank BUMN sudah diberikan pinjaman ke UMKM di Indonesia tapi juga banyak yang tidak dapat berkembang. UMKM banyak yang tidak naik kelas sehingga perlu didorong lagi misalkan dengan cara berjualan agar tidak lagi konvensional,” katanya.

Pihaknya kini melalui perusahaan BUMN sudah mulai menggandeng UMKM untuk bisa lebih familier dengan dunia digital. “Sekarang tidak lagi memasarkan secara konvensional tapi harus digital. Bahkan e-commerce (perdagangan secara elektronik, red)  juga harus dilakukan untuk memasuki pasar internasional,” ungkapnya.

Gubernur Jatim, H Soekarwo menuturkan, saat ini Jatim memiliki 6,8 juta UMKM  yang terdata by name by address. Untuk produk sudah cukup luar biasa secara kualitas. Namun yang perlu diperbaiki yakni pada aspek packaging (kemasan). Jika itu diperbaiki dan didukung pula dengan e-commerce, lanjut dia, maka potensi UMKM Jatim akan bisa berkembang lebih pesat.

Pakde Karwo, sapaan akrab gubernur, juga meminta pada Menteri BUMN agar bisa mendorong perbankan dari sektor BUMN untuk meningkatkan landing kredit bagi UMKM Jatim. “Kalau bisa dilakukan ada spesifikasi kredit murah maka lebih bagus. Kalau perbankan landing kredit di Jatim itru sudah tepat dan termasuk PMA atau penanaman modal akhirat,” jelasnya sembari tertawa.

Ia juga menjelaskan potensi Jatim yang juga memiliki 26 perwakilan dagang di 26 provinsi di Indonesia. Selain itu ada pula perwakilan dagang di tiga negara lain yakni Jepang, China dan Singapura. (afr)

Web Statistic