Layanan Rujukan Pasien Kini Dipermudah Dengan Aplikasi RSUA Telemedicine

09 February 2017 | Berita & Pengumuman
Layanan Rujukan Pasien Kini Dipermudah Dengan Aplikasi RSUA Telemedicine

Jatim NewsroomRumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga (RSUA) berhasil mengembangkan aplikasi yang diberi nama “RSUA Telemedicine” untuk memudahkan pelayanan rujukan pasien. Aplikasi tersebut sudah bisa diunduh oleh pengguna smartphone dengan sistem operasi berbasis Android.

Wakil Koordinator Pelatihan Airlangga Health Science Institute, Tedy Apriawan mengatakan, pengguna akun RSUA Telemedicine merupakan para tenaga medis di bagian Instalasi Gawat Darurat  (IGD) fasilitas kesehatan terkait. Untuk bergabung dengan RSUA Telemedicine, para tenaga medis di IGD harus memiliki akun pengguna.

“Caranya perwakilan fasilitas kesehatan melakukan pendaftaran ke pihak RSUA. Setelah itu, pihak RSUA akan melakukan survei ke fasilitas kesehatan yang bersangkutan. Pihak fasilitas kesehatan akan menandatangani nota kesepahaman. Nantinya, setiap fasilitas kesehatan akan mendapatkan satu akun pengguna beserta kata sandi,” tuturnya, Kamis (9/2) di Surabaya.

Usai berhasil mendaftar, tim IGD dari fasilitas kesehatan terkait bisa berkoordinasi dengan tim pengembang aplikasi RSUA Telemedicine. Tim IGD dari fasilitas kesehatan terkait segera memberikan informasi mengenai kondisi lengkap pasien.

“RSUA Telemedicine digunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama untuk sistem rujukan utama. Harapannya, dalam merujuk harus sudah mulai lengkap, baik dari data, pemeriksaan fisik, diagnosis, dan terapi. Satu-satunya jalan untuk hanya menggunakan telemedicine. Kita bisa ngasih foto, informasi lengkap baik terapi maupun diagnosa,” jelas Tedy.

Tim IGD RSUA langsung berdiskusi usai data pasien diterima, menentukan tindakan perawatan yang tepat untuk pasien sekaligus mempersiapkan peralatan medis penunjang sehingga pasien bisa segera ditangani. RSUA juga akan mengembangkan aplikasi dengan teknologi yang lebih canggih, seperti panggilan video.

“Adanya rekam medis tersebut atau data yang diberikan sudah lengkap, kami segera menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan. Misal, penderita tersebut adalah penderita multitrauma, dari kepala sampai kaki kena semua, saat mereka merujuk ke kita, maka sudah siap langsung bergerak sesuai dengan penyakit yang diderita pasien tersebut,” terangnya

Ia mengungkapkan untuk mendukung kelancaran penggunaan aplikasi RSUA Telemedicine, RSUA menggandeng RS St. Mary Jepang. Serangkaian proses belajar melalui pelatihan tentang sistem informasi aplikasi telemedicine diharapkan dapat meningkatkan kualitas aplikasi RSUA Telemedicine.

Direktur RSUA, Prof Nasronudin menambahkan, inovasi RSUA Telemedicine merupakan langkah untuk mengatasi kesenjangan antara fasilitas kesehatan. Dengan adanya aplikasi tersebut, diharapkan pasien mendapatkan perawatan yang tepat dan berkualitas. Ditambah dengan keberadaan tim dokter berkapasitas unggul dan fasilitas yang baik. (luk)

Web Statistic