LAKUKAN EVALUASI, KEMENDIKBUD BERHARAP PELAKSANAAN UN CBT 2016 LEBIH BAIK

18 October 2015 | Berita & Pengumuman

Jatim Newsroom - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Kepala Bidang Penilaian Akademik, Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang, Suprananto menyatakan telah melakukan evaluasi terkait penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) Computer Based Test (CBT) 2015. Untuk itu, ia berharap pelaksanaan UN CBT 2016 dapat berjalan lebih baik.

Dirinya mengungkapkan langkah evaluasi merupakan aspek penting sebagai langkah antisipasi agar kekurangan pelaksanaan dapat diketahui dan segera diperbaiki. Kemungkinan masalah menyangkut hal teknis juga sudah disiapkan berbagai langkah, misalnya jika listrik mati, server bermasalah dan sejumlah masalah lainnya.

“Untuk 2016 diharapkan lebih baik karena sudah belajar dari yang pertama. Bagi peserta UN juga harus lebih baik karena waktu latihan mengerjakan UN berbasis komputer lebih panjang dan berulang-ulang, tidak seperti dulu yang mepet,” katanya usai seminar bedah UN 2016 di Kantor Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah, Sabtu (17/10).

Saat ini, ia menyebutkan pihaknya  tengah memverifikasi sebanyak 2.028 lembaga sekolah yang akan melaksanakan ujian nasional berbasis komputer atau  CBT. Jumlah tersebut masih sangat mungkin bertambah dan diharapkan bisa dilaksanakan sesuai target untuk UN mendatang. Dibandingkan UN 2015, jumlah sementara sekolah yang melaksanakan UN CBT meningkat cukup tajam dari total 585 sekolah yang menggelarnya. “Data yang masuk itu (2.028 sekolah, red) terhitung sampai 13 Oktober 2015,” terang Suprananto.

Jatim, pada pelaksanaan UN CBT 2015 tercatat ada sebanyak 165 sekolah asal Jatim. Jumlah tersebut merupakan terbanyak se-Indonesia dibanding provinsi lainnya.

Suprananto menerangkan pihaknya saat ini juga tengah mempersiapkan UN Perbaikan bagi peserta UN 2015 yang mendapatkan nilai di bawah standar yakni 5,5. “Bagi mereka yang mau ikut UN Perbaikan kami persilakan, tapi sifatnya bukan wajib. Kalau ada yang di bawah standar dan tidak ikut ujian lagi ya tak masalah,” ujarnya.

Pelaksanaan UN Perbaikan dijadwalkan berlangsung Februari 2015 dengan menggunakan sistem ujian berbasis komputer yang dilaksanakan di sekolah domisili saat ini. “Kan ada siswa yang mungkin sudah kuliah di luar kota, Yogyakarta misalnya. Meski dulu ujian di Surabaya dan sekarang ingin perbaikan, dia bisa ikut di Yogyakarta,” tandasnya.

Berdasarkan keterangan Dindik Jatim, hasil ujian nasional (UN) SMA/MA dan SMK 2015 di Jawa Timur yang mendapat nilai rata-rata 5,5 ke bawah, tercatat sekitar 35 persen dari jumlah total peserta UN. Sebagai solusi, Dindik mengimbau perangkat sekolah, terutama Kepala Sekolah dan guru untuk turut mengarahkan siswa mengikuti UN Perbaikan.

Penyelenggaraan UN perbaikan tidak mempengaruhi kelulusan siswa karena kelulusan sepenuhnya kewenangan sekolah. Jadi siswa bisa saja dinyatakan lulus dan sudah diterima di jenjang pendidikan lebih tinggi, namun tetap bisa mengikuti UN perbaikan untuk membenahi perolehan nilainya yang dianggap kurang. (luk)

 

JIPP JATIM
GPR
LPSE
TRANSPARANSI
BPS Jatim
Web Statistic