Kurangi Impor, Produksi Tembakau Ditarget Naik

02 December 2015 | Berita & Pengumuman

Jatim Newsroom- Selama ini, produksi rokok nasional masih cukup tinggi hingga menghasilkan lebih dari 330 miliar batang per tahun. Bahan baku tembakau pun juga masih dipenuhi dari impor seperti tembakau asal China. Untuk itu, guna mengurangi ketergantungan terhadap tembakau impor, produksi tembakau pun kini mulai ditargetkan meningkat.

“Kalau produksi tembakau selama 2015 produksinya sekitar 170 ribu ton. Tahun depan ditargetkan bisa naik hingga menjadi 190 ribu ton. Peningkatan ini seiring dengan produksi pada permintaan terhadap rokok yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” kata Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Soeseno, Rabu (2/12).

Menurutnya, pengembangan komoditi tembakau ini menjadi hal yang sangat sensitif. Pasalnya, di  tengah upaya peningkatan produksi tembakau, tarif cukai rokok juga terus meningkat dan bisa berdampak pada produksi rokok. Selain itu, kampanye anti tembakau juga menjadi persoalan yang menghatui para petani.

Ia menuturkan, sejarah tembakau Indonesia ini cukup panjang. Indonesia sudah dikenal sebagai negara penghasil tembakau sejak pra kemerdekaan. Dari data Kementerian Pertanian saat ini, produksi tembakau Indonesia masih termasuk yang terbesar dengan menyumbang 34% dari total pasar tembakau dunia.

Sesuai data yang dimiliki APTI, luas lahan pertanian tembakau kini mencapai 192.525 hektare dengan produksi sebesar 163.187 ton per tahun. Luas lahan itu menyusut, karena sebalumnya pernah mencapai 260 ribu hektare. Komoditi yang banyak diserap pabrik rokok tersebut juga melibatkan 2 juta petani atau buruh tani di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian (Kemperin) mencatat kebutuhan konsumsi rokok dari tahun ke tahun terus meningkat. Bahkan produksi rokok tumbuh di kisaran 5% hingga 7,4% per tahun. Di tengah proyeksi naiknya produksi rokok hingga lima tahun ke depan, pemerintah masih dihadapkan pada proyeksi naiknya impor tembakau dari 2015 sebesar 434.000 ton menjadi 599.000 ton pada 2020.

Impor tembakau Virginia saja mencapai US$ 300 juta dengan berat 70.000 ton. Impor varietas virgina memang paling besar. Impor produk cigaret atau rokok pun masih tercatat sebesar 1,5 juta batang pada 2014. Meski impor tembakau tinggi, Indonesia masih bisa ekspor rokok putih dalam jumlah besar. Ekspor rokok putih mencapai 1 miliar batang per tahun untuk tujuan 39 negara. (afr)

 

JIPP JATIM
GPR
LPSE
TRANSPARANSI
BPS Jatim
Web Statistic