Kominfo Jatim Akan Perbaiki Blank Spot Empat Daerah Tertinggal

18 February 2016 | Berita & Pengumuman
Kominfo Jatim Akan Perbaiki Blank Spot Empat Daerah Tertinggal

Jatim Newsroom - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jatim akan melakukan perbaikan layanan teknologi informasi pada empat daerah yang masuk kategori daerah tertinggal. Empat daerah tertinggal yang terdaftar dalam Perpres 131/2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal 2015-2019, yakni Bangkalan, Sampang, Situbondo dan Bondowoso.

“Pada empat daerah itu kami lakukan perbaikan teknologi komunikasi yang masih mengalamiblank spot,” kata Eddy Santoso, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo Jatim) dalam Focus Group Discussion(FGD) Kewajiban Pelayanan Universal (KPU/USO) Bagi Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jatim di Kantor Diskominfo Jatim, Kamis (18/2).

Dikatakannya, dalam perbaikan layanan TI tersebut pihaknya juga akan mengkordinasikan dengan instansi kabupatan bersangkutan serta dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. “Kami akan segera petakan titik mana saja yang sangat membutuhkan layanan TI dan masih sering blank spot,” ujarnya.    

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo pada 4 November 2015 telah menandatangani Perpres No 131/2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015 – 2019. Dalam Perpres itu disebutkan, Daerah Tertinggal adalah daerah kabupaten yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional. Daerah ditetapkan sebagai Daerah Tertinggal berdasarkan kriteria: a. perekonomian masyarakat; b. sumber daya manusia; c. sarana dan prasarana; d. kemampuan keuangan daerah; e. aksesibiltas; dan f. karakteristik daerah. Total daerah tertinggal se Indonesia yakni 122 daerah.

Kepala Bidang Pos dan Telekomunikasi Diskominfo Jatim, Sigit Prasetyadi menambahkan, FGD ini bertujuan untuk memberikan arahan sejauh mana peran pemprov dan pemerintah kabupaten/kota dalam mendukung pelaksanaan program KPU/USO dan menyaring aspirasi dari pemerintah kabupatenh/kota terkait dengan kendala yang dihadapi dalam penyediaan infrastruktut TIK.

Peserta yang mengikuti FGD sebanyak 40 orang yang terdiri dari Dinas/Badan/kantor yang manangani komunikasi dan informatika. Dalam kegiatan ini peserta juga akan menyampaikan data blank spot pada wilayahnya. (jal)

Web Statistic