HARI JADI KE 70, JATIM PERKUAT PERDAGANGAN DALAM NEGERI

12 October 2015 | Berita & Pengumuman
HARI JADI KE 70, JATIM PERKUAT PERDAGANGAN DALAM NEGERI

Jatim Newsroom_ Di hari Ulang Tahun yang ke &), sekaligus menyongsong pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai 2016, akan terus meningkatkan dan memperkuat perdagangan dalam negeri. Jika pasar dalam negeri dikuasai maka pasar luar negeri akan mengikuti.
            Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, saat menjadi Inspektur Upacara Hari Jadi Ke 70 Provinsi Jawa Timur 2015 di Grahadi, Surabaya, Senin (12/10) mengatakan, jika ingin bertarung di pasar luar negeri maka harus memenangkan dulu perdagangan lokal. "Jika di pasar lokal saja sudah kalah mana mungkin menang di pasar luar negeri," ujarnya.
            Gubernur menuturkan, Jawa Timur dalam kompetisi perdagangan dengan Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali dan provinsi lainya di Indonesia sangatlah bagus maka kemungkinan besar pasar ekspor luar negeri di MEA seperti di Johor Malaysia, Viet Nam dan Kamboja  akan bagus pula. Lebih dari 7000 produk-produk UKM dan UMKM Jawa Timur sudah mendahului bersaing dan bertarung di pasar ekspor ASEAN seperti Kamboja, Viet Nam, Thailand dan Mianmar. Dalam kompetisi tersebut produk-produk UKM dan UMKM cukup bisa bersaing.
            Perlu diketahui kinerja perdagangan dalam negeri Jawa Timur Produk Domestik regional Bruto (PDRB) menurut penggunaan pada semester I-2015, nilai ekspor nya Rp 126,79 triliun. Sedangkan impornya Rp Rp 162,49 triliun sehingga nilai net ekspor perdagangan luar negeri defisit Rp 35,70 triliun.
    Tetapi perdagangan dalam negeri antarprovinsi Jawa Timur pada semester I-2015 mencapai Rp 230,55 triliun sementara impor antardaerah antar provinsi hanya Rp 173,96 triliun sehingga nilai net ekspor perdagangan antardaerah antar provinsi Jawa Timur surplur Rp 56,59 triliun. Maka neraca perdagangan Jawa Timur pada semester I-2015 surplus Rp 20,89 triliun.
    Untuk kinerja di bidang investasi sampai dengan semesterI-2015 mengalami pelambatan. Total investasi pada semester I-2015 sebesar Rp 67,59 triliun atau menurun 18,8 persen dibandingkan periode yang sama 2014 sebesar Rp 83,24 triliun. Dari jumlah tersebut investasi PMA sebesar Rp 10,44 triliun, PMDM sebesar Rp 12,64 triliun, investasi daerah Rp 44,51 triliun. Sementara ijin prinsip sampai dengan semester I-2015 sebesar Rp 84,68 triliun terdiri dari ijin prinsip PMA Rp 71,88 triliun dan ijin PMDM Rp 12,80 triliun.
    Kinerja industri perdagangan dan investasi dalam negeri mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi Jawa Timur itu juga didukung oleh perkembangan inflasi yang terkendali optimal pada Agustus 2015 sebesar 0,36 persen.    Sementara laju inflasi tahun kalender Agustus 2015 terhadap Desember 2014 Jawa Timur sebesar 6,79 persen tetapi masih lebih tinggi dibaandingkan inflasi year on year pada Agustus 2014 sebesar 3,53 persen. Pengendalian inflasi cukup baik dengan adanya Tim Penngendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Timur tersebut pada 2014 Jawa Timur mendapat apresiasi dari Presiden RI sebagai TPID terbaik se-Indonesia.
    Dikatakan Gubernur kondisi makro ekonomi global saat ini sedang kurang menggembirakan, dampaknya pelambatan ekonomi hampir terjadi disemua kawasan termasuk Indonesia. Ekonomi nasional pada semester I-2015 tumbuh melambat hanya 4,7 persen (c to c) sedangkan Jawa Timur pada periode yang sama tumbuh lebih cepat sebesar 5,22 persen dibandingkan nasional. Pertumbuhan tersebut didominasi industri pengolahan 29,45 persen, perdagangann besar, reparasi sepeda motor dan mobil 17,44 persen  dan pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 14,67 persen
Dari kontribusi katagori lapangan usaha industri pengolahan sebesar 29,45 persen didominasi sub makanan dan minuman 26,8 persen dan pengolahan tembakau 26,3 persen.
    Sekedar diketahui, pada upacara Hari Jadi ke 70 Provinsi Jawa Timur di halaman Gedung Negera Grahadi juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yususf, Sekretaris Daerah Prov Jawa Timur Ahmat Sukardi dan Forpimda Prov Jawa Timur. (ryo)

 

JIPP JATIM
GPR
LPSE
TRANSPARANSI
BPS Jatim
Web Statistic