GUBERNUR: UMKM JATIM SIAP HADAPI MEA

02 October 2015 | Berita & Pengumuman
GUBERNUR: UMKM JATIM SIAP HADAPI MEA

Jatim Newsroom - Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo optimistis para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jatim  siap menghadapi diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun ini.

“Sebesar 92 persen tenaga kerja Jatim ada di sektor usaha kecil menengah itu menjadi modal menghadapi MEA, karena sektor ini mampu menyerap tenaga jerja sekaligus menciptakan produk unggulan yang dapat menandingi produk asing,” kata Gubernur usai Launching Peringatan Hari Jadi Provinsi Jatim di Kantor Gubenur jatim, Jumat (2/10)  

Dikatakan gubernur, pemprov akan terus membantu pengembangan UMKM melalui pinjaman modal dengan bunga ringan melalui Bank Jatim dan Bank UMKM. Saat MEA nantinya Jatim tarungnya bukan hanya dari negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Cina, Korea dan Thailand, tetapi juga provinsi lain di Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. "Saya sangat optimistis menghadapi MEA karena masyarakat, pengusaha, pelaku UMKM adalah para petarung ekonomi yang andal,” ungkapnya.

Soekarwo menambahkan, kerja keras dan kekompakan yang ditunjukkan para pejabat SKPD, DPRD di lingkungan Pemprov Jatim serta para kepala daerah semua perangkatnya selama ini sangat berpengaruh pada perkembangan pembangunan dan peningkatan perekonomian rakyat. "Terimakasih pada seluruh masyarakat Jawa Timur yang selama ini selalu kompak membantu program pemerintah,” katanya.

Selain itu, saat ini pemprov akan mengembangkan kemampuan para petani yang selama ini hanya menanam dan menghasilkan produk pertanian, menjadi produsen yang mampu mengolah produk pertanian jadi bahan yang siap konsumsi. “Sebesar 35 persen penduduk Jatim adalah petani, kondisi ini akan coba ditingkatkan sehingga mereka mampu mengolah hasil pertaniannya,” tuturnya. .

Selama ini menurut Soekarwo, Jatim menguasai 20,6 persen pasar pasar nasional melalui sektor pertanian, perternakan, dan perikanan. “Jika bisa ditingkatkan maka ada pergeseran fungsi dan kinerja petani. Ini akan menjadi modal pengembangan industri di Jatim,” jelasnya.

Tema Hari Jadi Provinsi Jatim ke-70 yakni Ayo  Kerja, Perkuat  Jatim  Sebagai Provinsi Industri Berbasis UMKM. Ini mengambarkan semangat masyarakat JawaTimur meningkatkan kemajuan sektor industri. ”Ayo kerja artinya mempercepat pembangunan dan  mengapa pilihanya Industri karena Jatim punya modal berupa UMKM yang sangat potensial untuk dikembangkan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, panitia  penyelenggara  Hari Jadi akan menggelar berbagai kegiatan diantaranya, talkshow, Jatim Fair 2015 pada 8-18 Oktober 2015 Grand City Surabaya, Ngontel Sepeda Kuno di Gedung Juang 45 Jl Mayjend Sungkono Surabaya, Penganugerahan Investment  Award  yang digelar di Grahadi, Festival Kuliner Jawa Timur dan Raja-Raja Nusantara di Lapangan Kodam V Brawijaya 13 Oktober, jalan sehat, pembagian sembako gratis, pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan, konseling gizi, pelayanan KB  di  Dupak Bagunsari Surabaya pada 17 Oktober. ”Rangkaiannya dimulai hari ini, dan seluruh kabupaten/kota juga akan memperingati juga di masing-masing daerahnya,” pungkas Gubernur. (hjr)

Web Statistic