Gubernur Soekarwo Ajak Pengusaha Italia Manfaatkan Peluang Bisnis di Jatim

31 July 2017 | Berita & Pengumuman
Gubernur Soekarwo Ajak Pengusaha Italia Manfaatkan Peluang Bisnis di Jatim

Jatim Newsroom - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, mengajak para pengusaha Italia untuk bekerjasama memanfaatkan peluang bisnis dua belah pihak, yakni Jatim dan Itali, baik di bidang investasi, perdagangan, maupun pariwisata. Hal ini disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, Benny Sampirwanto, melalui siaran persnya, Senin (31/7).

"Silahkan membawa teknologi dan transfer of knowledge di bidang bisnis kulit dan tekstil yang menjadi keahlian Italia. Bidang ini juga menjadi economic growth Jawa Timue," ujarnya di depan pengusaha Milan Italia pada acara Bisnis Meeting, di Hotel Hilton, Jl Luigi Galvani 12 Milan Italia, Senin siang pukul 15.00 (31/7) atau pukul 20.00 WIB.

Bidang lain yang juga bisa dimanfaatkan, lanjut Pakde Karwo sapaannya, antara lain industri fashion, binis logam, elektronik, furniture, dan teknologi pertanian. Juga, bidang pariwisata yang dengan cepat memberikan sumber dana cepat.

Untuk memberikan dukungan bisnis investor, dikatakan Pakde Karwo, Pemprov Jatim memberikan empat jaminan Pemerintah, yaitu izin satu pintu investasi asing maksimal 17 hari dan dalam negeri 11 hari. Selain itu dijamin ketersedian listrik, tenaga kerja terampil, dan penyediaan lahan. Dalam hal keamanan, dalam tiga tahun terakhir Jatim juga memperoleh penghargaan sebagai provinsi paling aman, bahkan Jawa Timur sekaligus sebagai barometer keamanan nasional. Untuk perizinan-perizinan oleh kabupaten/kota yang sebelumnya menyulitkan investasi juga telah ditiadakan.

Menurut Pakde Karwo, saat ini nilai perdagangan Jatim-Itali dirasa masih kecil dan perlu ditingkatkan, karena potensinya jauh lebih besar dibanding yang yelah berjalan selama ini. Sebagai contoh, ekspor Jatim ke Italia dari Januari - Juni 2017 sebesar 827,07 juta Dollar AS sedangkan impornya tercatat 1.427,36 juta Dollar AS.

Pakde Karwo juga menjelaskan kondisi ekonomi Jawa Timur yang diharapkan lebih menarik bagi pengusaha Italia. Misalnya, makro ekonomi Jatim dengan pertumbuhan selaulu di atas rata-rata nasional sehingga ekonomi provinsi ini dinamis. PDRB Jatim didukung sektor industri pengolahan 28,97%, perdagangan sebesar 17,94%, dan pertanian 14,1% di on farm.

Potensi Makanan Jatim di Milan

Sebelum acara bisnis meeting, delegasi Jatim difasilitasi Indonesia Trade Promotion Center Milan (ITPCM), melakukan kontak bisnis di ITPCM. Hadir dalam kegiatan ini 15 buyers, perusahaan penghubung dan Kadin Milan, serta pengusaha Indonesia yg mengekspor produknya ke Italia, terutama di Kota Milan.

Menurut Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Roma, Aries Asriadi, peluang pasar Italia terhadap produk makanan dan minuman Jatim masih terbuka, walaupun selama ini ia melihat baru orang-orang Asia di Italia yang cocok dengan citarasa Indonesia. Sedangkan orang Italia sendiri, hanya sedikit yg dapat merasakan pas dengan citarasa Indonesia

Produk-produk makanan Indonesia yang telah masuk Milan antara lain produk indofood, seperti mie instan dan minyak goreng, bumbu masakan dan kecap.

Peluang pasar produk Jatim yang terbuka, lanjutnya, seperti kopi yang sangat digemari oleh masyarakat dunia, termasuk Italia dan Milan. "Saya yakin, kedatangan CEO PT Kapal Api Pak Domo Mergonoto yang memproduk berbagai varian kopi dan berkomunikasi intens dengan para buyer di meeting ini akan memberikan hasil bagus," ujarnya optimistis.

Ditambahkan, kehadiran Konsultan Supermarket Milan, Recardo Rabuffi-President of Beacon Italy diharapkan akan mendorong keberhasilan memasukkan produk kopi Kapal Api di pasar-pasar modern di Milan. Apalagi, produk Indonesia dikenal berkualitas dengan harga murah. (sti)

Web Statistic