Gubernur : Sertifikasi Standarisasi IKM Penting Perluas Pasar

17 March 2017 | Berita & Pengumuman
Gubernur : Sertifikasi Standarisasi IKM Penting Perluas Pasar

Jatim Newsroom – Sertifikasi Industri Kecil Menengah (IKM) berstandar orientasi ekspor diberikan untuk memperluas pasar, baik pasar dalam negeri maupun luar negeri, khususnya kawasan ASEAN. Dengan standarisasi diharapkan para IKM bisa berlari cepat dalam pertarungan di pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)  dan  pasar global.
    Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, saat Penyerahan Sertifikat IKM Berstandar Orientasi Ekspor dalam Menghadapi MEA di Gedung Dyandra, Surabaya, Jumat (17/3) mengatakan, pasar internasional memerlukan standarisasi, baik SNI, Iso dan standar yang berlaku lainnya. Sebab tanpa sertifikasi standarisasi produk-produk IKM tidak bisa menembus pasar global.
    Dikatakan Soekarwo, sebenarnya cara berpikir para IKM sudah benar karena mengepankan dan mengejar standarisasi. Tetapi kemauan IKM yang begitu bersemangat menjadi kurang karena sosilisasi yang kurang. Oleh sebab itu pemerintah akan memanfaatkan tempat-tempat pembayaran pajak milik Dispenda di kabupaten/kota bisa untuk sosialisasi dan mengurus izin serta proses standarisasi.
    Sebagai informasi, pada 2016 neraca perdagangan Jawa Timur dengan negara-negara ASEAN yang bergabung dalam MEA mengalami surlus 980 juta dollar AS. Ini membuktikan produk Indonesia khususnya dari Jawa Timur telah menguasai dan menang di pasar ASEAN. "Kecuali dengan Thailand dan Myanmar, Jawa Timur mengalami defisit," kata Gubernur.
    Menurutnya, meski begitu masih ada yang perlu dibenahi, antara lain desain kemasannya. Karena memang belum ada perguruan tinggi yang membuka jurusan merancang kemasan produk yang baik dan bagus.
    Oleh sebab itu Pemprov Jawa Timur melalui Diserindag serta Dinas Koperasi dan UMKM dalam waktu dekat akan mengadakan kerjasama dengan Bank Mandiri membuat inkubator/pusat pusat pelatihan untuk mempelajari standar produk dan kemasan seperti apa yang dikehendaki pasar global.    
    Di Jawa Timur tercatat sekitar 1500 IKM dari 6,8 juta IKM yang hasil produknya sudah bersertifikat standar SNI, International Organization for Standardization (ISO), bracket, batik mart, merek dan sertifikasi uji produk.
    Dari 1500 IKM yang telah bersertifikasi baru 800 IKM produknya diekspor, sisanya diharapkan segera menyusul untuk go internasional masuk pasar ekspor.
    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, M Ardi Prasetiawan, mengatakan, sertifikasi membantu para IKM dalam rangka meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap standar mutu prodak yang dihasilkan oleh IKM.
    Pada acara ini diserahkan sertifikasi berstandar Badan Serifikasi Nasional (BSN) hasil fasilitasi Disperindag Prov Jawa Timur selama Tahun 2015-2016 sebanyak 450 IKM. Kemudian acara dilanjutkan acara diseminasi dengan nara sumber dari Kepala Badan Standarisasi Nasional Bambang Prasetyo yang diikuti oleh 450 orang dari IKM dari kabupaten/kota di Jawa Timur.

PDRB
    Sebagai infromasi, di jatim Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga dasar berlaku, tercatat Rp 1.855 triliun atau 14,95 persen dari Produk Domistik Bruto (PDB) nasional.
    Untuk Jawa Timur pendapatan per kapita tahun 2016 sebesar Rp 47,938 juta atau 3.600 dollar AS, diperkirakan akan naik menjadi 3.900 dollar AS pada pada 2017 diprediksi pada 2018 akan meningkat lagi menjadi 4.300 dollar AS dan pada 2019 akan meningkat menjadi 4700 dollar AS.
    Hal ini diartikan kemampuan daya beli masyarakat Jawa timur cukup tinggi, karena pendapatan perkapita sudah melampuai 4.086 dollar AS posisi ekonomi pada posisi cukup stabil.(ryo)

Web Statistic