Gubernur : SE 2016 Dapatkan Data Akurat Hasil Pembangunan

03 December 2015 | Berita & Pengumuman
Gubernur : SE 2016 Dapatkan Data Akurat Hasil Pembangunan

Jatim Newsroom – Sensus Ekonomi 2016 (SE 2016) kembali dilakukan. Sensus ini dilakukan untuk mendapatkan data baru yang lebih akurat tentang perusahan besar, sedang menengah dan berskala kecil rumah tangga guna kelangsungan pembangunan.

Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo, saat Membuka Seminar Sosialisasi sekaligur Melaunching Sensus Ekonomi 2015 di H Sangri-La Surabaya, Kamis (3/12) mengatakan, siapapun baik dunia usaha, pengambil keputusan ekonomi dan politisi membutuhkan data dari hasil sensus ekonomi.

Gubernur berharap, agar SE 2016 bisa berjalan dengan sukses sesuai yang telah diharapkan maka para kepala BPS yang berada di Kabupaten/kota diseluruh Jawa Timur pro aktif bekerjasama dengan pemerintrah daerah. Dengan kerjasama yang baik antara BPS dan pemerintah kabupaten/kota maka APBD kabupaten/kota dilaksanakan atas dasar data dari BPS.

Soekarwo juga meyakinkan kepada para pengusaha dari Jawa Timur jangan pindah ketempat lain. Jawa Timur merupakan pilihan tepat dan sangat menjanjikan untuk usaha karena bisa mendapatkan keuntungan besar dengan berinvestasi didaerah yang dipimpinnya.

Pak De Karwo, juga mengimbau kepada para pengusaha agar memebrikan informasi yang akurat apa adanya, karena dengan data hasil SE 2016 bisa menjadikan para pengusaha mendapat keuntungan besar. SE 2016 dinilai penting sekali karena datanya bisa membuat perencanaan yang tepat terhadap jalannya pembangunan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, M Sairi Hasbullah, mengatakan kekuatan ekonomi yang tumbuh saat ini akan lebih kuat kalau ditopang data yang abtudit paling baru dan realistis apadanya dari lapangan. Prencanaan pembangunan Jawa Timur akan lebih baik dan dunia usaha akan teruntungkan dengan adanya data yang lengkap dari hasil SE 2015.

Oleh karena itu BPS memohon dukungan dari jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, bupati/wali kota dan  dunia usaha bersama-sama mensukseskan SE 2016. SE 2016 merupakan tugas negara Republik Indonesia semuanya harus ikut mensukseskan. Karena SE 2016 secara ekplisit telah tertuang dalam UU Nomor 16 tahun 1997 tentang statistik memberikan amanah dimana Republik Indonesia harus melaksanakan sensus ekonomi setiap 10 tahun sekali pada setiap tahun yang berakhiran 6. Pertama Indonesia melaksanakan sensus ekonomi pada 1986, 1996, 2006 dan nanti pada 2016.

Kegiatan SE 2016 akan dilakukan secara bertahap, mulai dari perencanaan dan persiapan yang dilakukan pada 2014 sampai dengan kegiatan penyajian desiminasi  hasil pada 2018 yang akan datang. Kegiatan pendataan lengkap pada SE 2016 diawali dengan dengan kegiatan pendataan bangunan dan usaha/perusahaan yang berada didalam bangunan.

Jika keberadaan sesuatu unit usaha/perusahaan telah terindentifikasi, maka kegiatan SE 2016 akan dilanjutkan dengan melakukan pendataan karakteristik usaha dan informasi. Puncak kegiatan SE 2016 akan dilaksanakan pada Mei 2016 dengan mendata seluruh kegiatan usaha yang ada di Seluruh Indonsia; mulai perusahaan berskala mikro, kecil, menengah, sampai yang berskala besar. Pendataan yang lebih rinci secara sample untuk UMKM dan sensus Usaha Menengah Besar (UMB) pada 2017.

Seminar dan Sosialisasi SE 2016 yang dipandu oleh Suko Widodo dari UNAIR menghadirkan pembicara Asisten Ekonomi Setda Prov Jawa Timur Hadi Prasetyo dengan materi pemanfaatan data yang akurat dan Bos Kopi Kapal Api Soedomo memaparkan materi pentingnya menginformasikan data yang benar.(ryo)

 

JIPP JATIM
GPR
LPSE
TRANSPARANSI
BPS Jatim
Web Statistic