Gubernur Minta PTS Jatim Lakukan Konstruksi Pendidikan

11 February 2017 | Berita & Pengumuman

Jatim Newsroom - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, meminta agar pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Timur untuk melakukan rekonstruksi pendidikan sesuai dengan perekonomian global. Dengan demikian, pendidikan akan membantu penyelesaian permasalahan-permasalahan di masyarakat. Ini Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim pada saat membuka Musyawarah Wilayah V Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah VII Jawa Timur, di Hotel Santika Jl. Raya Gubeng Surabaya, Sabtu (11/2). Oleh karena itu, lanjut Pakde Karwo, PTS harus mampu melihat jenis pendidikan yang ditawarkan kepada mahasiswanya. Kemampuan tersebut diyakininya akan memenangkan pertarungan di era global saat ini. Dicontohkan, saat ini struktur tenaga kerja di Jawa Timur 36,49 persen bergerak di bidang pertanian, dan 21,01 persen perdagangan, dan 14,47 persen bidang industri. Sementara, sebagian besar penduduk Jawa Timur adalah petani dengan kontribusi terhadap PDRB "hanya" sebesar 13,31 persen. Ha ini jauh dibanding dengan industri yang kontribusi terhadap PDRB sebesar 28,92 persen. Ketimpangan ini antara lain disebabkan kurangnya dunia pendidikan dalam mendukung sektor pertanian. Untuk itu, langkah utama pembangunan bidang pendidikan Pemprov. Jatim dengan melakukan moratorium SMA dan meningkatkan rasio SMK, dengan perbandingan menjadi SMA:SMK=30 : 70. Dengan langkah tersebut, diharapkan angkatan kerja Jatim dapat lebih terserap di dunia kerja, khususnya industri. Dia juga berharap, PTS dapat mewadahi siswa-siswa luaran SMK yang telah mempunyai ketrampilan untuk masuk ke politeknik-politeknik. Ditambahkan, jebakan pada negara-negara 'emerging countries' termasuk Indonesia untuk menjadi negara maju yaitu kurangnya know-how, yang akan terjawab dengan pengembangan pendidikan vokasional. "Selain itu PTS juga perlu melakukan riset-riset pengembangan komoditi pertanian, seperti kedele, jagung, dan beras," ujarnya. Dalam kesempatan sama, Pakde Karwo mengingatkan laju pertumbuhan penduduk Jatim tahun 2016 sebesar 0,610 dan total fertility rate sebesae 1,946. Artinya, Jatim berhasil dalam mengendalikan pertambahan penduduknya, yang berimplikasi terhadap keberadaan 332 PTS di Jatim. Oleh karena itu, agar PTS di Jatim mau membuka kelas di luar daerah Jatim, sebab tidak akan semua PTS mencapai break event point. Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia, Budi Jatmiko menjelaskan dari sebanyak 12.000 PTS di Indonesia, 243 PTS yang bermasalah atau sangat kecil jumlahnya. Terhadap PTS-PTS tersebut, lanjutnya, telah diketahui orangnya dan diharapkan mendapatkan hukuman berat oleh pengadilan. "Apa yang dilakukan orang-orang tersebut menjadikan jeleknya nama perguruan tinggi swasta,"ujarnya. Budi Jatmiko mengharapkan agar para PTS diberikan kewenangan Pemerintah untuk membuka pendidikan S2 dan S3. Keberhasilan Malaysia hingga seperti ini, antara lain, karena mencetak banyak lulusan S2 dan S3.(sti)

Web Statistic