Gubernur Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas Dinas Pendidikan

14 April 2020 | Berita & Pengumuman
Gubernur Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas Dinas Pendidikan

Jatim Newsroom - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kembali melantik pejabat administrator (setingkat eselon lll) dan pejabat pengawas (setingkat eselon lV) di lingkungan Pemprov Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (13/4).

Dimana dalam pelantikan ini juga dilakukan dalam dua gelombang. Gelombang pertama 31 pejabat dilingkungan Dinas Pendidikan Jawa Timur yang dilantik baik di kantor utama maupun kantor UPT (Unit Pelaksana Teknis). Sisanya menyusul digelombang kedua sore harinya.

Hadir dalam kesempatan itu selain Gubernur, Wagub Emil Elestianto Dardak, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi dan Kepala BKD Pemprov Jawa Timur Nur Kholis.

Gubernur Khofifah mengucapkan selamat kepada mereka pejabat yang baru dilantik dan selamat bertugas di tempat yang baru. Kepada mereka yang berada dilingkup Dinas Pendidikan Jawa Timur sesuai dengan sumpah yang baru diucapkan bahwa tidak ada garansi bagi kepala sekolah, guru dan murid yang tidak mau menghormati merah putih, tidak mau upacara dan tidak setuju dengan Pancasila dan UUD 1945. "Tidak ada ruang untuk itu," tutur Khofifah.

Kalau ada fenomena kepala sekolah, guru atau murid tidak mau upacara menghormati merah putih dan tidak setuju dengan Pancasila dan UUD 1945, para pejabat wajib melakukan pendekatan dan baru penindakan. “Mengapa harus ada proses pendekatan, karena kita harus tahu yang menyebabkan mereka melakukan hal seperti itu?. Kalau yang dilakukan itu memang karena idelogis maka kita harus memberikan tindakan tegas," ungkap Gubernur.

Kalau interaksi interaksi tersebut diperoleh dari visual yang menjadikan pola pikir mereka yang melahirkan sikap dan tindakan yang tidak diinginkan, maka proses itu masih bisa dikomunikasikan bahwa mungkin ada kekhilafan, tetapi kalau sudah ke idelogis maka tidak ada toleransi untuk itu. “Sikap ini harus kita tegaskan tidak pada OPD OPD yang lain, tetapi kepada Dinas Pendidikan karena dipastikan bisa dikerjakan,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut Gubernur juga mengajak kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk menghitung berapa banyak yang harus dikeluarkan untuk membeli paket data oleh para murid murid selama belajar dirumah dengan aplikasi online. “Saya ucapkan terimakasih kepada TVRI dan RRI yang memberikan ruang anak anak tetap belajar dengan suasana yang dipunyai,” tambahnya.

Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada lembaga lembaga yang memberikan ruang kepada anak anak untuk terus belajar dan guru guru terus bisa melakukan proses mengajarnya. Yang masih perlu mendapatkan perhatian adalah masih ada anak anak yang belajar dirumah tetapi tidak mempunyai Wi-Fi atau tidak punya uang cukup untuk membeli paket data. Oleh karena itu, kalau masih virus covid-19 belum bisa dihentikan tuntas mereka akan tetap belajar dirumah.

"Maka tugas Kepala Dinas Pendidikan dan mereka yang berdinas di dinas pendidikan Jawa Timur tolong komunikasikan dengan mereka," pintanya. (Ryo/p)

Web Statistic