Gubernur Jatim Motivasi Pengusaha Georgia Agar Berinvestasi dan Berbisnis ke Jatim

06 April 2018 | Berita & Pengumuman
Gubernur Jatim Motivasi Pengusaha Georgia Agar Berinvestasi dan Berbisnis ke Jatim

Jatim Newsroom - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, mendorong motivasi investasi dan bisnis pengusaha Georgia ke Jatim. Banyak alasan kenapa hal itu dilakukan, antara lain karena sampai saat ini belum ada investasi Georgia di Jatim. Padahal kini beragam jaminan kemudahan investasi disediakan di Jatim, serta upaya penyeimbangan neraca perdagangan dua pihak yang selalu surplus.

 

Demikian dikatakan Pakde Karwo sapaan Gubernur Soekarwo saat di depan pengusaha Georgia di Hotel The Biltmore, Rustaveli 29 Avenue, Tiblisi, Georgia, Rabu (4/4).

 

"Beragam kemudian investasi itu, yakni pemberian jaminan terkait fasililitasi penyerdahanaan perizinan, ketersediaan tenaga trampil, fasilitasi pengadaan tanah di kawasan industri, dan ketersediaan listrik," ujar Pakde Karwo.

 

Pakde Karwo menambahkan, pertimbangan lain dorongan investasi dan bisnis di Jatim tersebut adalah kondisi Jawa Timur yang aman dan sekaligus sebagai barometer nasional. Saat ini juga tersedia 10 kawasan industri, baik yang telah dan sedang dalam proses pengembangan untuk mempermudah berbisnis di Jatim.

 

"Empat kawasan industri telah beroperasi, dimana pegusaha langsung bisa melakukan konstruksi, seperti dikawasan industri Tuban dan Maspion. Dalam tahap konstruksi seluas  31. 584 ha, serta pengembangan kawasan ekonomi khusus di Singosasi Malang seluas 300 hektar, juga kawasan ekonomi khusus di Prigi Trenggalek, yang keduanya diperuntukkan pariwisata," ujarnya.

 

Sementara itu, komoditi ekspor Jatim ke Georgia di antaranya sabun herbal, dengan komoditi yang potensial untuk ditingkatkan, antara lain kopi, teh, produk kayu, minyak sawit, dan krupuk udang. Sedangkan  komoditi impor Jatim dari Georgia, yaitu hasil penggilingan, peralatan listrik, dan perekat/enzym.

 

Ditambahkan, Jawa Timur saat ini juga mengembangkan diri sebagai smart government, di ataranya mewujudkan tersedianya data berbasis teknologi informasi yang terintegrasi di provinsi ini. selain itu juga pengembangan regulasi pengembangan loan agreement berbunga rendah 6-9%/tahun, khususnya untuk usaha kecil dan menengah, sebagai mitra pengusaha Georgia.

 

Hadir dalam pertemuan ini sebanyak 30 pengusaha Georgia dari berbagai bisnis line, seperti pariwisata, perkebunan, dan logistik. Sambutan hangat disampaikan oleh para pengusaha Georgia usai mengetahui potensi Jatim. Di antaranya, keinginan untuk melakukan kunjungan balik ke Jatim, serta ketertarikan terhadap berbagai komoditi perdagangan seperti teh dan kopi.  Sebanyak 500 ton teh per triwulan telah dipesan oleh pengusaha Georgia. Demikian pula untuk komoditi kopi dan sabun herbal.

 

Georgia sendiri sebagai pintu masuk Eropa merupakan negara dengan  GDP besar, yaitu 14,372 milyar pada tahun 2015  dan income percapita penduduknya sebesar  9.891 Dollar AS pada tahun 2016.

 

Dalam kesempatan itu juga disampaikan beberapa industri prioritas yang potensial di Jatim , seperti industri makanan dan minuman, farmasi, kulit dan alas jako,karet dan plastik. Sekaligus perbaikan investasi yang bersinergi antara pembangunan berkelanjutandi Jatim  melalui renewable dan energi terbarukan, pemberdayaan usaha kecil dan menengah dengan mendorong kemitraan, perbaikan kapasitas institusi dalam promosi perdagangan, investasi, dan pariwisata, padat tenagakerja, modal, dan transfer teknologi.

 

Dukungab Kedubes Georgia

Duta Besar RI untuk Georgia, Ukraina, dan Urmania, Yuddy Chrisnandi, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan business dan one on one meeting yang dilakukan Pemprov Jatim ini. "Kegiatan ini merupakan komitmen memperbaiki ekonomi daerah, dan mengenalkan Jatim sebagai partner bisnis di Georgia," ujarnya.

 

Diharapkannya, kedepan dua wilayah saling melengkapi dan pas. Jatim merupakan provinsi industri dengan pertumbuhan ekonomi selalu lebih tinggi dari nasional, demikian pula sebaliknya Georgia. (edi/s)

Web Statistic