Gubernur Jatim Minta Percepatan Layanan Jadikan Budaya Kerja ASN

15 September 2020 | Berita & Pengumuman
Gubernur Jatim Minta Percepatan Layanan Jadikan Budaya Kerja ASN

Jatim Newsroom - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan kepada para alumni peserta Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) agar percepatan dalam pelayanan menjadi budaya bekerja di lingkungan Aparatur Sipil Negara.
 
Demikian dikatakan saat menutup Pendidikan Kepemimpinan Nasional tingkat II angkatan II tahun 2020 Pemprov Jatim, di kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Prov Jatim, Jumat (11/9).
 
“Budaya kerja yang biasanya berjalan lambat atau berbelit-belit agar segera dihilangkan. Ayo bekerja lebih cepat memberikan layanan. Suasana ini membutuhkan percepatan-percepatan respon, percepatan kebijakan, percepatan layanan program, jadi perlu dilakukan kerja yang penuh sinergi dan kolaborasi,” katanya.
 
Lebih lanjut dikatakannya, pengembangan SDM di era 4.0 digitalisasi memberikan percepatan layanan yang efektif, transparansi pelayanan dengan format aplikasi digital. “Meskipun ada aplikasi digital, tetapi bapak/ibu adalah sosok pemimpin perubahan, kemudian semua diserahkan kepada robot, namun ada moving bapak ibu. Jadi pergerakan di antara pemimpin perubahannya harus nyambung, ada mesin ada manusia,” tambahnya.
 
Menurutnya, PKN disiapkan sebagai pemimpin perubahan, percepatan pelayanan dan seterusnya. “Ke depan melalui BPSDM Provinsi Jawa timur selamat semua untuk melakukan tugas kultur Baru melakukan perubahan-perubahan tetap diikuti oleh wisdom pemimpin perubahan,” ujarnya.
 
Deputi IV Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi LAN RI, Dr Basseng M Ed mengatakan, sumber daya manusia menjadi prioritas oleh karena melalui program pelatihan dan pengembangan diselenggarakan di berbagai tempat termasuk di Jatim.
 
Dikatakannya, model pelatihan kepemimpinan sistem dan proses penyelenggaraan negara yang tidak ikut pelatihan dengan sebutan latihan kepemimpinan nasional tentunya memiliki makna gerakan nasional yang pengolahannya juga harus melakukan secara nasional, termasuk dalam hal pengembangan kompetensi kurikulum.
 
Dalam pelatihan kepemimpinan nasional tingkat II yang ada salah satu komoditas utama pemerintah, yaitu dalam hal pembangunan sumber daya manusia yang bekerja keras dan dinamis sumber daya manusia yang terampil menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, oleh karena itu kompetensi dalam pelatihan kepemimpinan, kepemimpinan strategis yaitu kemampuan merumuskan alternatif kebijakan pencapaian hasil kerja organisasi kapabilitas pekerjaan atau jabatan.
 
“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemprov Jatim yang telah menyelenggarakan PKN ini. Kepada peserta yang telah lulus, agar jangan sampai terjebak dalam rutinitas yang pada akhirnya akan terjadi atau tidak relevan, jadilah pemimpin perubahan,” katanya. (ern/s)

Web Statistic