Gubernur : Data Akurat Diperlukan Dalam Perencanaan Pembangunan

07 November 2018 | Berita & Pengumuman
Gubernur : Data Akurat Diperlukan Dalam Perencanaan Pembangunan

Jatim Newsroom – Data yang akurat sangat diperlukan didalam perencanaan pembangunan, Oleh sebab itu, data yang diolah harus dapat dipertanggung jawabkan, valid, dan kridibel. Ada enam variabel data yang ditentukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sesuai dengan kebutuhan maupun kepentingannya. Dengan melalui data yang lengkap, valid dan kridibel maka baru bisa mengambil kebijakan.

“Kalau menggunakan data yang salah dalam tabulasi, maka pengambilan kebijakan akan menjadi bias, biasakan menggunakan data yang telah diolah itu yang paling penting jangan isu menjadi keputusan,” ujar Gubernur Jatim, H Soekarwo usai menghadiri Pembukaan Statistical Capacity Building Bupati/Walikota se-Jawa Timur di Surabaya, Selasa (6/11) sore.

Dikatakan Soekarwo, gunakan data dengan pilihan yang tepat baik tabulasi maupun analisisnya. Data tersebut diperoleh dari orang-orang yang terpercaya kompetensinya. Pemprov Jawa Timur bersama BPS telah mempunyai kemampuan analisis kemampuan statistik seperti itu.

Pemprov Jawa Timur melalui Bappeda yang merupakan bagian perencanaan pembangunan harus bisa bekerjasama dengan BPS, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  dan Bank Indonesia (BI) untuk membahas alternatif-alternatif lain dalam perencanaan pembangunan saat ini. Maka, setiap tiga bulan sekali Pemprov Jawa Timur selalu mengadakan pertemuan dengan BPS, OJK dan BI untuk membahas masalah data yang terus berkembang seperti data pertumbuhan ekonomi, ketenagakerjaan dan lainnya.

Mengenahi data pertumbuhan perekonomian Jawa Timur yang selalu tumbuh menggembirakan di atas rata-rata nasional, diharapkan pertumbuhan yang baik harus bisa mengurangi angka kemiskinan. “ Kalau pertumbuhan sudah baik, tetapi belum bisa mengurangi angka kemiskinan perlu diteliti ada apa itu ? padahal teorinya adalah kalau ada pertumbuhan 1 persen harus bisa mengurangi angka kemiskinan.

“Kemudian yang paling menarik adalah gini ratio yang digunakan untuk mengukur ketimpangan/kesenjangan. Perhitungan gini ratio kalau groot memperlebar gini tetapi kalau gini-nya lebih kecil lebih baik, inilah yang paling sulit dalam implementasi perencanaan pembangunan,” kata Gubernur. 

Kepala BPS RI, Suhariyanto sangat mengapresiasi Pemprov Jawa Timur, karena dengan kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Soekarwo selalu menggunakan data dalam membuat sebuah kebijakan. Oleh karena itu,  kemajuan pembangunan di Jawa Timur dalam 10 tahun ini luar biasa. Seperti pertumnuhan ekonominya selalu di atas rata-rata nasional, inflasinya dan jumlah pengangguran selalu di bawah nasional.

Melalui kegiatan Statistical Capacity Building ini untuk memberikan pemahanan yang lebih kepada Bupati/Walikota se-Jawa Timur supaya dalam membuat kebijakan selalu mengacu pada data yang akurat, sehingga ke depan kualitas kebijakannya akan lebih bagus. (ryo/p)

Web Statistic