Bupati Ponorogo Ajak Warga dan Kades Jaga Jalan Desa

19 December 2018 | Berita & Pengumuman
Bupati Ponorogo Ajak Warga dan Kades Jaga Jalan Desa

Jatim Newsroom  - Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni mengajak warga desa dan kepala desa turut menjaga kondisi jalan yang ada di sekitarnya. Baginya, potensi alam berupa pertambangan tetap harus bisa dimanfaatkan dengan baik tanpa harus merusak jalan yang ada.

Hal ini disampaikan Bupati Ipong saat melantik Kades Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Tanjungsari, Selasa (18/12) di Pendopo Balai Desa setempat. Menurut Ipong, Desa Tanjungsari merupakan salah satu desa yang menjadi perhatian Pemkab Ponorogo. Hal ini terkait potensi alamnya berupa pertambangan pasir yang cukup jadi andalan.

Potensi ini tetap harus bisa dijalankan namun masyarakat tetap harus memperhatikan lingkungan dan kelestariannya. Termasuk di antaranya adalah turut menjaga kondisi jalan desa agar tidak cepat rusak. Sebab, jalan di kawasan tersebut mau tidak mau harus dilalui oleh truk-truk bermuatan berat yang mengangkut pasir menuju wilayah-wilayah yang membutuhkan.

“Masyarakat harus ikut mengawasi secara aktif. Tidak perlu menggunakan jembatan timbang atau apa. Ya manual saja, diamati. Jangan sampai truk membawa muatan yang berlebihan sampai jauh di atas bak truk. Sebab meski sudah diperbaiki, selama muatan terlalu berat ya jalan akan cepat rusak,” ungkap Bupati Ipong.

Dalam kegiatan tilik desa, Bupati Ipong sempat melakukan dialog interaktif dengan warga. Beberapa persoalan seperti potensi daerah berupa pengembangan krupuk trasi, permohonan rehab masjid kuno di desa setempat sampai pembangunan jalan mengemuka dalam pertemuan tersebut.

Sebelumnya, Bupati Ipong melantik warga setempat bernama Haryono sebagai Kades PAW menggantikan kades definitifnya, Bahirun, yang meninggal April lalu. “Jadi pelantikan kades PAW ini adalah pelaksanaan undang-undang yang mengamanatkan untuk adanya kades baru untuk kades yang berhalangan tetap dengan sisa masa bakti lebih dari 1 tahun. Nah, kades lama itu sisanya masih satu tahun lebih maka wajib ada penggantinya,” ungkap Bupati Ipong.

Kades PAW ini dipilih oleh perangkat desa dan para tokoh masyarakat. “Ya ketentuannya memang begitu. Kalau sisa masa bakti lebih dari 2,5 tahun baru pemilihan seperti biasa, oleh seluruh warga,” ungkap Bupati Ipong.

Haryono akan memimpin Desa Tanjungsari sampai 19 Juni 2019 mendatang. Meski begitu, pada waktu yang singkat menjelang akhir tahun ini, Haryono harus menyelesaikan tiga tugas sekaligus. Pertama menyelesaikan penyusunan APBDes 2019, menyusun rencana kerja 2019 dan membuat Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru sesuai Permendagri nomor 38/2018.

“Biarpun mepet (waktunya) saya rasa kades PAW ini bisa (menyelesaikannya). Untuk ABPDes dan rencana kerja saya yakin sudah disusun oleh perangkat dan BPD sehingga tinggal penyelesaian.Untuk SOTK juga saya yakin akan sagera ada sebab kan tinggal memilih dari perangkat yang sudah ada. Begitu ketentuannya,” pungkas Bupati Ipong. (han/p)

Web Statistic