Awasi Area Publik Saat New Normal, Wagub Minta Terapkan Digitalisasi Teknologi

18 June 2020 | Berita & Pengumuman
Awasi Area Publik Saat New Normal, Wagub Minta Terapkan Digitalisasi Teknologi

Jatim Newsroom- Memasuki era tatanan kehidupan baru atau new normal, pengawasan area publik cukup penting untuk memastikan bahwa protokol kesehatan diterapkan dengan baik oleh masyarakat. Sejumlah area publik itu yang kini tengah menjadi perhatian pemerintah tempat berkerumunnya masyarakat, diantaranya pasar, terminal, serta sejumlah protokol jalan-jalan utama.
 
Dalam Rapat Penerapan Artificial Intelegence Berbasis CCTV untuk Pemantauan Kepatuhan Protokol Kesehatan Covid-19 di Jawa Timur yang berlangsung secara virtual, Rabu (17/6) menggunakan aplikasi zoom, Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistianto Dardak mengatakan, digititalisasi teknologi dalam pengawasan area publik menjadi satu kebutuhan. “Kita harus pastikan masyarakat yang beraktifitas pada tempat-tempat itu semuanya patuh pada protokol kesehatan. Penggunaan CCTV adalah sudah menjadi satu kebutuhan,” terangnya.
 
Di Indonesia, perangkat Closed Circuit Television (CCTV) sudah digunakan selama bertahun-tahun oleh pemerintah, perusahaan, bahkan individu, untuk memantau kondisi suatu tempat. Namun kemampuan yang dimiliki baru sebatas melihat dan merekam, untuk menganalisa situasi yang terlihat dan terekam, masih dilakukan secara manual oleh manusia.
 
Padahal, jika kita melihat di beberapa negara maju, kamera CCTV sudah bisa digunakan untuk mengetahui identitas setiap orang atau benda yang tertangkap oleh kamera. Hebatnya analisa seperti itu terjadi secara otomatis, berkat kecerdasan buatan dan mesin pembelajaran yang ditanamkan ke perangkat tersebut.
 
Seiring perkembangan startup, rupanya teknologi seperti itu sudah ada di Indonesia, yang dihadirkan oleh Nodeflux. Startup kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang berdiri tahun 2016 lalu ini mengembangkan teknologi untuk memberikan terjemahan dari pemantauan yang dilakukan oleh alat rekam. Dengan teknologi yang dimiliki, CCTV tidak lagi sekedar jadi alat untuk melihat dan merekam, tapi juga memahami tentang apa yang dilihat dan memberikan informasi yang telah diproses.
 
Dengan teknologi yang dimiliki, Nodeflux dapat dengan mudah mengetahui berapa banyak data mobil melewati jalan, berapa nomornya ganjil atau genap, berapa banyak mobil dengan CC tertentu, besar atau kecil, Nodeflux bisa dengan mudah melakukannya, sebab dengan kamera untuk melihat 99% dia bisa tahu itu mobil apa. Termasuk untuk merekam masyarakat yang menggunakan masker atau tidak.
 
Co-founder dan CEO Nodeflux Meidy Fitranto menyampaikan, bahwa platform VisionAIre dikembangkan bertujuan untuk membuktikan bahwa Indonesia unggul dan mampu menjadi bangsa mandiri dalam bidang teknologi, khususnya di bidang Artificial Intelligence.
 
“Pencapaian Nodeflux untuk mendapat pengakuan dari instansi teknologi berskala global menjadi sebuah manifestasi bagi misi perusahaan untuk terus meningkatkan tingkat kepercayaan diri Indonesia dan kemandirian bangsa dalam meningkatkan teknologi mutakhir, dengan ini, harapannya ekosistem berbasis AI yang tercipta dapat mempercepat adanya disrupsi dari kecanggihan teknologi ini untuk lebih menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia,” imbuhnya. (jal)

Web Statistic